Bali In Your Hands - Dunia digital telah menjadi ladang emas baru bagi generasi muda. Tidak terkecuali mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) yang mendapat kesempatan emas belajar langsung dari para ahli di acara BRI CoreLab, bagian dari roadshow Journalism 360 yang digelar oleh Promedia Teknologi Indonesia (PTI) pada 22 Januari 2025. Berbekal dukungan dari Bank BRI, MIND ID, dan Bank BJB, kegiatan ini mengajak mahasiswa memahami lebih dalam bagaimana menjadi content creator yang tidak hanya kreatif, tetapi juga menghasilkan pendapatan menjanjikan.
Baca Juga: 5 Rahasia Sukses Atur Keuangan 2025 untuk Pekerja Baru & Keluarga Muda
BRI CoreLab hadir di Medan, kota ketiga dalam rangkaian event Journalism 360, setelah sukses digelar di Palembang dan Semarang. Mengusung misi untuk mencetak content creator andal, kegiatan ini menyuguhkan pelatihan intensif bersama CEO Promedia Agus Sulistriyono, GM Media Network Promedia Agil Hari Santoso, dan Dosen Antropologi USU, Yudhi R. Harahap, M.Si. Para mahasiswa menyambut antusias kesempatan ini, menyadari pentingnya mengasah keterampilan di era digital yang penuh tantangan.
Baca Juga: Teknologi AI yang Membuat Hidup Lebih Mudah dan Bisnis Jadi Lancar
Mahasiswa generasi Z memiliki keunggulan sebagai digital native, namun pemahaman mendalam tentang industri digital tetap menjadi tantangan. Ketua pelaksana, Rayner Sebayang, menekankan pentingnya mendengarkan materi dari para ahli. “Ini bukan sekadar tentang menulis atau membuat konten, tetapi memahami bagaimana kolaborasi dengan media dan menghadapi tantangan dunia digital,” ujarnya.
Baca Juga: Pure dengan Penunggu Binatang Suatu Misteri Harmoni Manusia dan Alam di Bali
Hal senada diungkapkan oleh Gubernur BEM FISIP USU, Mahogra Yuda, yang menyebut pelatihan ini sebagai asupan pengetahuan yang berharga. "Kita sering berpikir jadi content creator itu mudah, tapi tantangan dan strategi yang tepat adalah sesuatu yang perlu kita pelajari,” katanya.
Dalam sesi yang menarik perhatian, CEO Promedia Agus Sulistriyono membuka wawasan mahasiswa tentang peluang besar di dunia digital. Dengan meningkatnya tingkat PHK dan sulitnya mencari kerja, Agus mendorong mahasiswa untuk melihat content creation sebagai opsi karier yang menjanjikan.
“Lulus kuliah mencari kerja itu tidak masalah, tapi ada peluang besar di luar sana untuk mandiri secara ekonomi melalui bisnis konten. Mitra kami ada yang mencapai penghasilan hampir satu miliar rupiah per bulan,” ungkap Agus, membakar semangat para peserta.
Agus juga menekankan bahwa keterampilan menulis dan membuat konten bisa menjadi modal utama untuk memulai bisnis. “Kami akan menyediakan platform bagi teman-teman mahasiswa untuk belajar dan menghasilkan dari keahlian ini,” tambahnya.
Dosen Antropologi USU, Yudhi R. Harahap, M.Si., menegaskan pentingnya mahasiswa untuk terus mengasah keterampilan di luar kurikulum kampus. Ia mengapresiasi pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk membekali mahasiswa menghadapi dunia kerja. “Jangan hanya belajar teori, manfaatkan momen seperti ini untuk memperkaya skill,” ujarnya.
Kesempatan ini menjadi lebih berharga ketika mahasiswa diajak untuk mempersiapkan diri menjadi pengusaha yang profesional. Agus Sulistriyono menutup dengan pepatah, "Banyak jalan menuju Roma." Ia menegaskan bahwa jalan menuju sukses di era digital terbuka lebar, asal mau belajar dan berkolaborasi.
Era digital memberikan peluang besar bagi siapa saja yang berani mencoba. BRI CoreLab membuka mata mahasiswa bahwa menjadi content creator bukan sekadar hobi, tetapi juga jalan menuju kemandirian ekonomi. Dengan keterampilan yang diasah dan semangat yang terus menyala, generasi muda bisa menjadi pelaku utama di dunia kreatif digital.