Baliinyourhands.com - Hari Raya Nyepi merupakan salah satu perayaan paling sakral bagi umat Hindu di Bali. Berbeda dengan hari raya lainnya yang identik dengan perayaan meriah, Nyepi justru dijalani dengan suasana hening dan penuh perenungan.
Namun, sebelum dan sesudah Nyepi, terdapat serangkaian ritual yang harus dilaksanakan untuk menyucikan diri dan lingkungan.
Berikut adalah tahapan ritual yang dilakukan sebelum dan sesudah Hari Raya Nyepi.
Baca Juga: Wyah Bali: Pesona Alam dan Budaya yang Memikat
Ritual Sebelum Nyepi
-
Melasti
Melasti merupakan upacara penyucian diri dan sarana persembahyangan yang dilakukan beberapa hari sebelum Nyepi. Umat Hindu membawa pratima atau benda-benda sakral dari pura ke laut, sungai, atau sumber mata air.Upacara ini bertujuan untuk menyucikan alam dan diri dari segala bentuk kekotoran lahir dan batin.
-
Tawur Kesanga
Sehari sebelum Nyepi, dilakukan upacara Tawur Kesanga yang bertujuan untuk mengharmoniskan hubungan antara manusia, alam, dan makhluk halus. Upacara ini biasanya diadakan di perempatan jalan atau catus pata dan dihadiri oleh banyak umat Hindu.Berbagai jenis sesajen atau banten disiapkan untuk memohon keseimbangan dan ketenteraman.
-
Pengerupukan
Malam sebelum Nyepi, masyarakat Bali melaksanakan pengerupukan, yaitu ritual mengusir roh jahat dengan mengarak ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh adalah patung raksasa yang menggambarkan buta kala atau roh jahat yang harus diusir agar tidak mengganggu keseimbangan dunia.Setelah diarak keliling desa, ogoh-ogoh biasanya dibakar sebagai simbol pemusnahan energi negatif.
Hari Raya Nyepi
Pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yang terdiri dari:
-
Amati Geni (tidak menyalakan api atau listrik)
-
Amati Karya (tidak bekerja atau beraktivitas fisik)