weekly-bali

Bali Tak Pernah Tidur: 3 Restoran 24 Jam Ikonik di Pulau Dewata

Rabu, 9 April 2025 | 21:00 WIB
Nasi pedas bu Andika 24 jam (Website/TripAdvisor)

Baliinyourhands.com - Di antara pantai-pantai eksotis dan siluet pura saat matahari terbenam, Bali menyimpan sisi lain yang jarang dibahas: dunia malam yang hangat oleh aroma dapur yang tak pernah berhenti mengepul.

Di tengah gemerlap pesta dan tenangnya gang-gang kecil, berdirilah beberapa restoran 24 jam yang jadi oasis bagi siapa saja yang lapar, tak peduli waktu. Di pulau yang tak pernah benar-benar tidur, restoran-restoran ini menjadi penjaga rasa dan pelipur lara dalam balutan bumbu khas Nusantara.

Sebut saja Warung Laota Tuban, sebuah institusi kuliner yang sudah menjadi rahasia umum di kalangan pecinta bubur ala Kanton.

Baca Juga: Pantai Kelan; Menikmati Senja Sambil Menonton Pesawat Terbang

Berdiri sejak awal 2000-an, Warung Laota dikenal karena menyajikan bubur kepiting dan aneka seafood hangat yang terasa istimewa, terutama ketika dinikmati lewat tengah malam. Interiornya sederhana, tapi selalu ramai—dari wisatawan asal Tiongkok yang mencari cita rasa akrab, hingga pilot dan awak kabin yang baru menyelesaikan penerbangan larut.

Bukan hanya buburnya yang jadi bintang. Menu seperti tumis kailan, udang saus telur asin, dan dimsum dadakan menjadi favorit bagi mereka yang mencari makanan berat setelah hari panjang.

Warung ini juga hanya berjarak lima menit dari Bandara Ngurah Rai, menjadikannya persinggahan wajib sebelum atau sesudah terbang. Di sini, malam terasa tak tergesa, dan setiap sendok bubur adalah pelukan hangat di jam-jam paling sepi.

Baca Juga: Menjual Produk Digital: Cara Cerdas Membangun Bisnis di Era Serba Online

Tak jauh dari Laota, masih di kawasan Tuban, ada Nasi Pedas Ibu Andika—tempat yang bisa dibilang sebagai warung makan dengan reputasi legendaris di kalangan wisatawan domestik dan lokal. Bukanya? 24 jam penuh, tanpa kompromi. Di balik etalase kaca yang menggoda, tersaji berbagai lauk seperti ayam suwir pedas, tempe orek, kulit ayam crispy, telur balado, dan sambal yang terkenal “menampar”.

Tidak sedikit yang menyebut bahwa makan di Ibu Andika adalah “ritual wajib” saat berkunjung ke Bali. Meski terlihat sederhana, warung ini punya rotasi pengunjung yang luar biasa.

Dari backpacker hingga pengusaha muda yang habis nongkrong di Seminyak, semua pernah antre di sini. Harganya bersahabat, porsinya mantap, dan rasa pedasnya cukup untuk membuat siapa pun kembali sadar meski sudah lewat jam dua pagi.

Baca Juga: Olahraga Padel: Gabungan Tenis dan Squash Yang Populer

Sementara itu, di sudut berbeda Denpasar, Warung Mbok Limbok hadir dengan pendekatan khas masakan rumahan Jawa Timur dan Bali. Meskipun tampak seperti warung kaki lima biasa, tempat ini punya menu andalan seperti ayam kremes, lele goreng, dan sayur lodeh yang selalu siap saji selama 24 jam.

Pengunjung bisa memilih sendiri lauk-pauk di balik etalase kaca, lalu menyantapnya di meja kayu sederhana dengan suasana kekeluargaan.

Halaman:

Tags

Terkini