weekly-bali

Mengenal Macam-Macam Kuah Ramen Jepang yang Populer di Dunia

Minggu, 24 Agustus 2025 | 13:00 WIB
Mengenal macam-macam kuah ramen (Canva/PhotoApp)

Baliinyourhands.com - Ramen bukan sekadar mie kuah ala Jepang, melainkan simbol budaya kuliner yang kaya rasa dan memiliki sejarah panjang. Di balik semangkuk ramen, ada elemen penting yang membuatnya istimewa: kuah atau broth.

Kuah ramen bukan hanya pelengkap, tetapi jiwa dari sajian ini. Setiap jenis kuah menghadirkan karakter rasa yang berbeda, dan inilah yang membuat ramen begitu dicintai oleh banyak orang.

1. Shoyu Ramen – Kuah Kecap Asin yang Klasik

Shoyu ramen adalah jenis ramen paling populer di Jepang. Kuahnya dibuat dari campuran kaldu ayam atau babi dengan tambahan kecap asin, sehingga menghasilkan warna cokelat bening dengan rasa gurih, sedikit manis, dan ringan. Shoyu ramen biasanya dilengkapi dengan topping sederhana seperti irisan daging, telur rebus setengah matang, serta sayuran. Jenis kuah ini sangat cocok bagi penikmat rasa autentik yang tidak terlalu berat.

2. Miso Ramen – Kuah Fermentasi yang Kaya Umami

Berawal dari Hokkaido, miso ramen menjadi salah satu varian yang paling banyak digemari. Kuahnya berasal dari pasta miso, hasil fermentasi kacang kedelai, yang memberikan rasa gurih, manis, dan sedikit asin dengan tekstur lebih kental. Biasanya, miso ramen dipadukan dengan jagung manis, mentega, sayuran segar, hingga potongan daging babi panggang. Kuah ini cocok untuk mereka yang menyukai ramen dengan rasa dalam dan mengenyangkan.

Baca Juga: Wahaha dan Naughty Nuri’s: Dua Legenda Iga Babi Paling Terkenal di Bali

3. Shio Ramen – Kuah Asin yang Ringan

Shio ramen dikenal sebagai salah satu kuah tertua dalam sejarah ramen Jepang. Kata shio berarti “garam”, sehingga rasa asin yang ringan menjadi ciri khasnya. Warna kuahnya cenderung bening keemasan dengan rasa lebih sederhana dibanding shoyu atau miso. Meski tampak ringan, shio ramen menghadirkan cita rasa bersih dan segar, cocok bagi pecinta makanan yang tidak terlalu berminyak.

4. Tonkotsu Ramen – Kuah Kaldu Tulang Babi yang Pekat

Bagi pecinta rasa kaya dan creamy, tonkotsu ramen adalah pilihan tepat. Kuah ini dimasak dari tulang babi yang direbus berjam-jam hingga menghasilkan tekstur kental berwarna putih susu. Rasanya gurih, berlemak, dan begitu kaya umami. Tonkotsu ramen berasal dari wilayah Hakata di Fukuoka, Jepang, dan kini menjadi salah satu varian paling terkenal di dunia. Biasanya, ramen ini disajikan dengan irisan daging babi tipis, daun bawang, dan telur rebus lembut.

5. Variasi Modern: Curry Ramen dan Tsukemen

Selain empat kuah utama, ada pula inovasi modern yang membuat ramen semakin menarik. Curry ramen, misalnya, menghadirkan perpaduan kuah kari Jepang dengan mie ramen. Rasanya hangat, pedas ringan, dan penuh rempah. Ada juga tsukemen, ramen celup dengan kuah kental terpisah. Cara menikmatinya berbeda: mie disajikan di mangkuk sendiri lalu dicelupkan ke kuah pekat sebelum disantap.

Baca Juga: Souphoria Umalas: Rumah Makan Favorit Pecinta Sup Babi di Bali

Kuah Ramen, Identitas Cita Rasa Jepang

Setiap kuah ramen menyimpan cerita kuliner tersendiri. Dari shio yang ringan hingga tonkotsu yang pekat, semuanya menghadirkan pengalaman berbeda bagi pencinta kuliner. Tidak heran jika ramen terus berevolusi dan tetap menjadi salah satu sajian Jepang yang paling dicari, baik di restoran lokal maupun internasional.

Bagi penikmat kuliner, memahami macam-macam kuah ramen bisa menambah pengalaman menyantapnya. Jadi, saat berkunjung ke restoran ramen berikutnya, tak ada salahnya mencoba jenis kuah berbeda untuk merasakan kekayaan rasa dari semangkuk ramen Jepang.

Tags

Terkini