Baliinyourhands.com - Di tengah derasnya arus kuliner modern, ada satu tempat di Denpasar yang tetap setia menawarkan rasa autentik dengan harga ramah di kantong. Warung Ajik Kemar, yang berlokasi di Jalan Wibisana Barat No. 16, menjadi surga bagi pecinta masakan pepes, khususnya pepes rahang tuna, pepes tuna, dan pepes cumi. Dengan harga mulai dari Rp 5.000 saja, tempat ini tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga dompet.
Warung ini mulai buka setiap hari pukul 15.00 WITA. Waktu buka yang agak sore ini membuat Ajik Kemar—pemilik warung—menjadi incaran pemburu jajanan sore hingga makan malam. Sejak pukul 3 sore, aroma bumbu pepes yang dibungkus daun pisang sudah menyeruak dari dapur kecilnya, mengundang warga sekitar maupun pembeli yang sengaja datang dari luar daerah.
Rasa yang Mengikat Pelanggan
Menu andalan Warung Ajik Kemar adalah pepes rahang tuna. Bagian rahang ikan tuna yang kaya daging ini dimasak dengan bumbu rempah khas Bali, dibungkus daun pisang, lalu dikukus hingga bumbu meresap sempurna. Tekstur dagingnya lembut, sedikit berlemak, dan berpadu harmonis dengan aroma daun pisang yang harum.
Baca Juga: Fenomena Live Cooking di TikTok: Antara Hiburan dan Ladang Cuan ala Pinkan Mambo & Rasyid Muhammad
Selain itu, ada pepes tuna dengan potongan daging tuna tanpa tulang yang cocok bagi mereka yang ingin makan praktis, serta pepes cumi yang menghadirkan sensasi rasa laut dengan bumbu yang lebih pedas. Semua pepes disajikan hangat, sehingga bumbunya terasa lebih hidup di lidah.
Harga yang Membuat Ketagihan
Dengan harga mulai Rp 5.000, pelanggan bisa menikmati pepes ukuran kecil. Sementara untuk porsi lebih besar, harga masih sangat terjangkau. “Saya ingin semua orang bisa makan enak tanpa takut mahal,” ujar Ajik Kemar yang telah berjualan pepes sejak beberapa tahun lalu.
Harga murah ini membuat pembeli tak segan memesan lebih dari satu porsi. Bahkan, tak jarang pembeli membeli dalam jumlah banyak untuk acara keluarga atau hajatan.
Baca Juga: Heboh Bendera One Piece di HUT RI 2025: Tren Fandom atau Ancaman bagi NKRI?
Suasana Sederhana, Rasa Juara
Warung Ajik Kemar memiliki suasana yang sederhana. Meja dan kursi kayu tertata rapi di ruang makan mungil. Tak ada dekorasi mewah, namun keramahan sang pemilik dan aroma pepes yang baru matang menjadi daya tarik tersendiri.
Bagi yang ingin membawa pulang, pepes dibungkus rapi sehingga tetap hangat saat tiba di rumah. Tidak sedikit pelanggan yang menjadikan pepes Ajik Kemar sebagai lauk utama di rumah mereka.
Lokasi Strategis dan Ramai Pembeli
Berada di Jalan Wibisana Barat No. 16, lokasi warung ini mudah diakses dari berbagai arah. Tak heran jika setiap sore, antrean pembeli terlihat memadati area depan warung. Keberadaan media sosial dan rekomendasi dari mulut ke mulut juga membuat popularitasnya terus meningkat.
Bagi pecinta kuliner khas Bali atau penggemar olahan ikan laut, Warung Ajik Kemar adalah destinasi wajib. Dengan rasa yang autentik, harga yang merakyat, dan suasana yang akrab, warung ini membuktikan bahwa kuliner lezat tak selalu mahal.
Jadi, jika sore nanti Anda melintas di Jalan Wibisana Barat, sempatkan mampir dan rasakan sendiri nikmatnya pepes rahang tuna, pepes tuna, atau pepes cumi di Warung Ajik Kemar. Siapkan lidah untuk bumbu yang kaya rasa, dan dompet pun tetap aman.
Artikel Terkait
This Is Bali: Kafe Estetik di Ubud dengan Cara Pesan Unik Pakai Stempel yang Lagi Viral
Babi Guling Ratu: Nasi Babi Guling Enak dan Murah di Denpasar Mulai Rp 25.000
Iwagumi Sushi Denpasar: Surganya Sushi Tower dan Rilisan Rol Penuh Cita Rasa
Wong Fei Hung Sanur Bali: Sensasi Kuliner Babi Khas Hong Kong Langsung dari Tangan Chef Asli
Ramai Tapi Kontroversial, Restoran Gigi Susu di Canggu Jadi Sorotan Netizen Muslim Karena Menu Babi