Baliinyourhands.com - Di pesisir barat Bali, tepatnya di Desa Beraban, Tabanan, sebuah kawasan futuristik bernama Nuanu Creative City tengah menarik perhatian dunia.
Dengan luas 44 hektar dan komitmen terhadap keberlanjutan, Nuanu bukan sekadar destinasi wisata, melainkan sebuah ekosistem kreatif yang menyatukan seni, budaya, teknologi, dan alam dalam harmoni yang memikat.
Visi Kota Kreatif Berkelanjutan
Nuanu dirancang sebagai kota kreatif berkelanjutan yang mengintegrasikan berbagai aspek kehidupan modern dengan kearifan lokal. Dengan alokasi 70 persen lahannya sebagai ruang terbuka hijau, kawasan ini menargetkan lebih dari 3 juta pengunjung pada tahun 2025.
Baca Juga: Mandapa, a Ritz-Carlton Reserve: Surga Tersembunyi di Antara Sawah dan Sungai Ayung
CEO Nuanu, Lev Kroll, menyatakan bahwa proyek ini bertujuan menciptakan standar kehidupan baru di Bali yang mengedepankan kualitas hidup, inovasi, dan komunitas yang harmonis
Destinasi Wisata dan Budaya
Nuanu menawarkan berbagai fasilitas yang memadukan hiburan dan edukasi. Luna Beach Club, dengan arsitektur bambu yang menawan, menjadi salah satu daya tarik utama, menawarkan pengalaman bersantai di tepi pantai dengan sentuhan seni dan teknologi.
Selain itu, Aurora Media Park menghadirkan instalasi seni interaktif yang memukau, memadukan seni, alam, dan teknologi dalam sebuah taman multimedia sepanjang 1 km.
Komitmen terhadap Lingkungan dan Komunitas
Nuanu tidak hanya fokus pada pengembangan fisik, tetapi juga pada pelestarian lingkungan dan pemberdayaan komunitas lokal. Program konservasi meliputi penanaman 15.000 pohon, pelestarian spesies kupu-kupu dan kunang-kunang, serta pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Selain itu, Nuanu menyediakan ruang bagi seniman lokal untuk berkembang melalui program inkubasi dan mentorship, memperkuat ekosistem seni dan budaya di Bali.
Art & Bali 2025: Menjembatani Tradisi dan Modernitas
Sebagai bagian dari komitmennya terhadap seni dan budaya, Nuanu akan menggelar Art & Bali 2025, sebuah art fair internasional yang mengusung tema 'Bridging Dichotomies'. Acara ini bertujuan menjembatani berbagai kontras dalam seni, seperti tradisi dan modernitas, alam dan teknologi, serta manusia dan kecerdasan buatan.
Baca Juga: Menikmati Sajian Lezat di Tengah Hamparan Sawah: Restoran dengan Pemandangan Alam Terindah di Bali
Dengan menghadirkan seniman, kolektor, dan institusi dari berbagai belahan dunia, Art & Bali 2025 diharapkan menjadi platform kolaborasi dan ekspresi artistik yang memperkaya lanskap seni global.
Hunian Mewah yang Terintegrasi
Nuanu juga menawarkan hunian mewah yang dirancang dengan konsep keberlanjutan. Enam vila eksklusif dengan harga mulai dari Rp15 miliar per unit sedang dibangun, masing-masing dilengkapi dengan material berkualitas tinggi seperti kayu jati, marmer, dan granit hitam.