Baliinyourhands.com - Di sudut tersembunyi Graha Yowana Suci Art & Community Hub, tempat yang lebih dikenal sebagai ruang kreatif dan galeri seni di tengah hiruk-pikuk kota, berdiri sebuah kedai kecil yang dulu tak banyak dilirik orang: Bakpao Yongsan.
Tak ada neon mencolok, tak ada antrian mengular. Hanya jendela kayu berwarna pudar dan aroma bakpao hangat yang menggoda, namun seolah tenggelam dalam gegap gempita kafe-kafe kekinian di sekitarnya.
Namun itu cerita sebelum TikTok mengubah segalanya.
Baca Juga: Warisan Ketut Liyer: Di Balik Senyuman Sang Penjaga Rahasia Bali
Hanya dalam waktu 24 jam, sebuah video dari food vlogger @joyeats.id—dikenal karena gaya kontennya yang tenang, jujur, dan fokus pada makanan rumahan autentik—mengubah nasib Bakpao Yongsan.
Video berdurasi 45 detik itu menampilkan proses pembuatan nasi ayam goreng mentega serta aneka lauk yang ditawarkan. lengkap dengan juice buah.
“Rasa dan tekstur bakpaonya seperti pelukan,” tulis @joyeats.id dalam caption-nya. Dan dunia pun mengklik. Dalam satu hari, video itu menembus 10 juta tayangan. Antrean mulai terlihat sejak pagi keesokan harinya.
Baca Juga: Menyingkap Tabir Balinese Healer: Antara Kearifan Lokal dan Spiritualitas Leluhur
Nama Bakpao Yongsan mulai menyebar bukan dari baliho atau promosi, melainkan dari rasa ingin tahu netizen yang mencari keaslian di tengah segala hal yang serba cepat.
Graha Yowana Suci sendiri bukan lokasi yang biasa diasosiasikan dengan kuliner viral. Kompleks ini dikenal sebagai tempat berpameran seni, pertunjukan teater mini, dan ruang diskusi lintas komunitas.
Di antara galeri mural dan studio tari kontemporer, Bakpao Yongsan menjadi oase sederhana—lebih mirip dapur nenek daripada restoran modern. Dikelola oleh sepasang suami istri yang menawarkan masakan comfort ala Chinese food.
Baca Juga: Melukat: Ritual Suci Bali yang Menyentuh Jiwa Wisatawan Dunia
Saat ditemui, pemiliknya enggan diwawancarai panjang. Namun seorang kurator di Graha Yowana Suci yang kerap menjadi pelanggan sejak awal mengisyaratkan sesuatu yang lebih dalam. “Ia tidak pernah berniat menjadikan tempat ini viral. Ia hanya ingin memasak,” ujarnya singkat.
Viralitas yang datang tiba-tiba seringkali jadi pedang bermata dua. Tapi Bakpao Yongsan tampaknya tetap tenang di tengah badai.