• Sabtu, 18 April 2026

JIA Curated 2025: Merayakan Desain, Kriya, dan Budaya di Tengah Reruntuhan Sanur Bali

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Senin, 18 Agustus 2025 | 11:00 WIB
Bali Festival Park di Sanur, tempat diadakannya JIA Curated (Instagram/JIACurated)
Bali Festival Park di Sanur, tempat diadakannya JIA Curated (Instagram/JIACurated)

Baliinyourhands.com - Sanur kembali menjadi sorotan dunia kreatif dengan hadirnya JIA Curated 2025, sebuah selebrasi desain, kriya, dan budaya yang tahun ini mengusung tema “Evolving Perspective”.

Diselenggarakan hingga 18 Agustus 2025 di Bali Festival Park, Sanur, acara ini bukan sekadar pameran seni, melainkan sebuah pernyataan: bahwa ruang terbengkalai pun bisa dihidupkan kembali dengan sentuhan kreativitas dan semangat keberlanjutan.

Bali Festival Park sendiri memiliki cerita unik. Taman hiburan yang sempat ramai pada awal 2000-an ini sudah lama ditinggalkan dan nyaris terlupakan.

Baca Juga: Polemik Royalti Lagu Indonesia Raya di Laga Timnas, Istana: Sedang Cari Jalan Keluar dengan Kemenkum

Dinding yang retak, bangunan yang ditelan lumut, serta jalan setapak yang sunyi kini bertransformasi menjadi ruang apresiasi seni paling otentik. Dari reruntuhan lahirlah panggung, dari ruang kosong tercipta ruang makna—sebuah simbol evolusi perspektif yang sejalan dengan tema besar acara ini.

Kreativitas dalam Ruang yang Tak Terduga

JIA Curated 2025 menghadirkan karya-karya lintas disiplin, mulai dari desain produk, instalasi kriya, hingga ekspresi budaya kontemporer.

Semua karya disusun dalam dialog dengan ruang—membiarkan karakter asli dari taman hiburan yang terbengkalai tetap hadir, tetapi diberi napas baru melalui instalasi seni dan desain yang sarat pesan keberlanjutan.

Baca Juga: 5 Beach Club Favorit Turis Jakarta di Canggu Bali: Atlas, Cafe del Mar, La Brisa, Finns, hingga Potato Head

Tema Evolving Perspective menjadi benang merah, menyoroti bagaimana pandangan tentang ruang, benda, dan budaya dapat berubah ketika ditempatkan dalam konteks yang berbeda. Di tangan para kreator, material bekas dan elemen yang nyaris dilupakan justru dihidupkan kembali, mencerminkan semangat ramah lingkungan sekaligus kreativitas yang tak terbatas.

Merayakan Keberlanjutan dan Budaya

Acara ini juga mengajak pengunjung untuk merenungkan kembali hubungan antara desain dan keberlanjutan. Dalam setiap sudut, ada pesan yang disampaikan: bahwa kreativitas tidak harus lahir dari sesuatu yang baru, melainkan bisa tumbuh dari apa yang sudah ada.

Lebih dari sekadar pameran, JIA Curated adalah sebuah perayaan budaya. Identitas Bali yang kaya diwujudkan dalam bentuk kriya tradisional yang dipadukan dengan pendekatan kontemporer. Dari tekstil, anyaman, hingga instalasi berbasis suara, semuanya hadir sebagai wujud kolaborasi lintas generasi dan lintas disiplin.

Baca Juga: Tempat Party Favorit Turis Jakarta di Bali: Dari La Favela hingga Atlas Beach Club

Sanur sebagai Ruang Inspirasi

Pemilihan Sanur bukan tanpa alasan. Kawasan ini sejak lama dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan di Bali, dengan atmosfer yang lebih tenang dibanding Kuta atau Seminyak. Kehadiran JIA Curated di Bali Festival Park seolah menegaskan Sanur sebagai destinasi baru untuk wisata kreatif.

Bagi wisatawan maupun masyarakat lokal, acara ini memberi pengalaman berbeda: menyusuri ruang yang dulu mati, kini dipenuhi energi baru. Setiap langkah di antara instalasi seni membawa narasi tentang transformasi, ketahanan, dan evolusi perspektif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X