Bali In Your Hands - Di tengah hiruk-pikuk modernisasi, Desa Tenganan di Bali tetap mempertahankan tradisi kunonya yang sarat makna.
Salah satu ritual yang paling langka dan hanya bisa dilakukan di desa ini adalah Ngusaba Bukakak, sebuah upacara sakral yang melibatkan persembahan kerbau putih sebagai simbol kesucian dan keseimbangan alam.
Baca Juga: Rekaman Suara Diduga Baim Wong Bentak Paula & Asisten Beredar, Netizen Heboh Bahas Hak Asuh Anak!
Ritual Langka yang Dijaga Secara Turun-Temurun
Ngusaba Bukakak bukan sekadar ritual biasa. Upacara ini merupakan bagian dari sistem kepercayaan masyarakat Bali Aga penduduk asli Bali yang tetap mempertahankan budaya leluhur mereka.
Prosesi ini dilakukan untuk memohon keberkahan bagi hasil pertanian, khususnya sebelum musim panen tiba.
Yang membuatnya unik, hanya kerbau putih yang bisa digunakan dalam upacara ini. Kerbau putih dianggap suci, melambangkan kemurnian dan keberlimpahan.
Masyarakat percaya bahwa keberadaan hewan ini adalah titipan dewa, sehingga penggunaannya dalam ritual bukan sekadar simbolis, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap alam semesta.
Prosesi Sakral Penuh Makna
Ritual dimulai dengan persiapan matang oleh tetua adat dan masyarakat setempat. Kerbau putih yang telah dipilih akan dimandikan dengan air suci, lalu dihias dengan kain khas Bali yang penuh makna filosofis.
Setelah itu, hewan tersebut diarak mengelilingi desa dengan diiringi doa dan nyanyian kidung suci.
Bagian paling sakral dari upacara ini adalah persembahan kepada para dewa, di mana kerbau putih dipersembahkan secara simbolis sebagai bentuk pengabdian masyarakat kepada Sang Hyang Widhi.
Uniknya, dalam kepercayaan Bali Aga, ritual ini tidak melibatkan pengorbanan hewan, melainkan sebagai simbol komunikasi antara manusia dan alam.
Hanya Bisa Dilakukan di Desa Tenganan
Ngusaba Bukakak bukanlah upacara yang bisa dilakukan di sembarang tempat. Hanya masyarakat Desa Tenganan yang memiliki hak dan kewajiban untuk melaksanakan ritual ini.
Hal ini karena desa ini dianggap sebagai salah satu desa tertua di Bali dengan sistem adat yang masih sangat kuat.