Baliinyourhands.com - Di tengah ramainya Bali dengan deretan pasar malam, kafe, dan restoran modern, ada satu pasar tradisional di Bali Timur yang justru dikenal sebagai salah satu pasar tersepi. Pasar Bungaya, yang terletak di Kecamatan Bebandem, Karangasem, mungkin tidak menawarkan keramaian layaknya pasar seni Ubud atau Pasar Kreneng Denpasar. Namun, di balik suasana lengangnya, pasar ini menyimpan pesona tersendiri bagi para pencari kuliner sederhana, murah meriah, dan autentik.
Sepi, Tapi Bukan Berarti Mati
Pasar Bungaya memang tak banyak dikunjungi wisatawan, bahkan oleh warga lokal pun hanya sesekali menjadi tujuan belanja. Letaknya yang cukup jauh dari pusat keramaian membuat pasar ini seolah “terlupakan.” Namun, justru di sanalah keunikannya: pasar ini menjadi semacam ruang waktu yang tenang, di mana orang bisa menikmati suasana Bali Timur tanpa hiruk pikuk.
Baca Juga: Pentingnya 30-60-90 Day Plan untuk Implementasi yang Lebih Mudah
Meski disebut sepi, pasar ini tidak benar-benar mati. Ketika sore menjelang malam, beberapa pedagang mulai membuka lapak kecilnya, menyajikan kuliner khas dengan harga yang sangat ramah di kantong.
Kuliner Rp 10 Ribu yang Mengganjal Perut
Salah satu daya tarik Pasar Bungaya adalah keberadaan penjual kuliner sederhana seperti sate sapi dengan lontong. Seporsi bisa didapatkan hanya dengan Rp 10 ribu—harga yang sulit ditemukan di area wisata Bali yang umumnya lebih mahal.
Rasa sate sapi di sini sederhana namun otentik. Bumbu kacangnya kental, lontongnya padat, dan porsi yang diberikan cukup untuk sekadar mengganjal perut di malam hari. Bagi warga sekitar, inilah pilihan kuliner praktis setelah aktivitas sehari-hari. Bagi pendatang atau wisatawan yang penasaran, ini bisa jadi pengalaman mencicipi sisi lain Bali yang jarang terekspos.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Rp198 Miliar Untuk 20.000 Fresh Graduate Dapat Kesempatan Magang Bergaji UMP
Selain sate sapi, kadang juga ada pedagang yang menjual jajanan pasar, gorengan hangat, atau minuman tradisional seperti es daluman. Namun, pilihan kuliner tidak sebanyak pasar besar lainnya, sehingga pengunjung biasanya datang dengan ekspektasi sederhana.
Waktu Kunjungan Terbaik
Bagi yang ingin mencoba kuliner malam di Pasar Bungaya, waktu kunjungan perlu diperhatikan. Aktivitas pasar mulai berkurang drastis setelah pukul 20.30 WITA. Jika datang terlalu larut, bisa jadi para pedagang sudah berkemas dan meninggalkan pasar. Karena itu, datanglah lebih awal, antara pukul 18.00 hingga 20.00, untuk menikmati sajian kuliner sambil merasakan atmosfer pasar yang tenang.
Pesona Bali Timur yang Autentik
Mengunjungi Pasar Bungaya bukan sekadar tentang makanan murah. Ini juga tentang merasakan suasana kehidupan sehari-hari masyarakat Karangasem yang jauh dari citra glamor Bali. Lampu neon yang seadanya, meja kayu sederhana, hingga sapaan hangat para pedagang menjadi bagian dari pengalaman otentik itu.
Artikel Terkait
Kafe Seniman Coffee Ubud Dengan Kopi Bali Dan Suasana Artistik
Iga Bakar Enak di Bali: Dari Wahaha hingga Naughty Nuri’s
Destinasi Wisata Wajib di Karangasem, Bali Timur
Destinasi Wisata Tabanan Bali yang Wajib Dikunjungi
Warung Babi Guling Bu Oka Ubud: Ikon Kuliner Bali yang Melegenda