• Sabtu, 18 April 2026

Keunikan Tradisi Ogoh-Ogoh di Bali yang Menjadi Simbol Perlawanan Terhadap Energi Negatif

Photo Author
Rangga Prasetia, BaliInYourHands.com
- Sabtu, 14 Desember 2024 | 11:23 WIB
Ogoh-ogoh sebagai tradisi khas Bali yang menarik banyak minat wisatawan (pixabay/michelleraponi)
Ogoh-ogoh sebagai tradisi khas Bali yang menarik banyak minat wisatawan (pixabay/michelleraponi)

Baliinyourhands.com - Bali, pulau dewata yang kaya akan tradisi dan budaya, memiliki berbagai ritual unik yang menarik perhatian wisatawan dari seluruh dunia.

Salah satu tradisi yang paling ikonik dan menjadi bagian penting dari perayaan Hari Raya Nyepi adalah tradisi ogoh-ogoh. Tradisi ini tidak hanya penuh warna dan kreativitas, tetapi juga sarat dengan nilai filosofis yang mendalam.

Apa Itu Ogoh-Ogoh?

Ogoh-ogoh adalah patung besar yang biasanya terbuat dari bahan ringan seperti bambu dan kertas atau styrofoam, berbentuk makhluk mitologis, raksasa, atau tokoh-tokoh menyeramkan lainnya.

Baca Juga: Mengintip Keunikan Desa Trunyan: Wisata Budaya dan Tradisi Mistis di Bali

Patung ini melambangkan bhuta kala, yakni kekuatan negatif yang ada di alam semesta. Dalam kepercayaan Hindu di Bali, bhuta kala harus dilawan untuk menciptakan harmoni di alam.

Prosesi Pembuatan Ogoh-Ogoh

Pembuatan ogoh-ogoh melibatkan kreativitas tinggi dan kerja sama dari para pemuda desa. Setiap banjar (kelompok masyarakat adat di Bali) biasanya membuat ogoh-ogoh dengan ukuran dan bentuk yang berbeda.

Proses ini dapat memakan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Tak jarang, patung ogoh-ogoh dihias dengan detail rumit dan dicat dengan warna mencolok, mencerminkan keterampilan seni masyarakat Bali.

Baca Juga: Sensasi Bertemu Lumba-Lumba di Lovina: Pengalaman Wisata di Bali Utara Yang Tak Terlupakan

Pawai Ogoh-Ogoh: Puncak Ritual

Pada malam sebelum Hari Raya Nyepi, yaitu pada Tawur Agung Kesanga, ogoh-ogoh diarak keliling desa.

Arak-arakan ini diiringi tabuhan gamelan dan sorak-sorai masyarakat, menciptakan suasana yang meriah namun penuh makna. Di akhir pawai, ogoh-ogoh biasanya dibakar sebagai simbol pemusnahan energi negatif.

Ritual ini dipercaya dapat membersihkan lingkungan dan jiwa manusia dari segala unsur buruk sebelum memasuki Nyepi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

3 Rekomendasi Rasa Italia Harga Warung Di Denpasar

Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB
X