• Sabtu, 18 April 2026

Mengapa Pohon di Bali Diberi Sajen? Rahasia di Balik Tradisi yang Sarat Makna 

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Rabu, 19 Februari 2025 | 07:00 WIB
Alam tidak hanya menjadi tempat tinggal manusia, tetapi juga rumah bagi banyak makhluk lain, baik yang terlihat maupun tidak.   (Tribun Solo)
Alam tidak hanya menjadi tempat tinggal manusia, tetapi juga rumah bagi banyak makhluk lain, baik yang terlihat maupun tidak. (Tribun Solo)

Selain sajen, beberapa pohon juga dililit dengan kain hitam-putih atau yang dikenal sebagai poleng.

Motif ini memiliki arti filosofi Rwa Bhineda, yaitu keseimbangan antara dua hal berlawanan baik dan buruk, siang dan malam, positif dan negatif. 

Kain poleng menandakan bahwa pohon tersebut memiliki energi kuat dan harus dihormati. Melilitkan kain ini juga dipercaya sebagai tanda bahwa pohon tersebut memiliki penjaga gaib dan tidak boleh diganggu sembarangan. 

Energi Spiritual dalam Kehidupan Sehari-hari 

Kepercayaan ini bukan sekadar mitos yang diwariskan turun-temurun, tetapi juga bagian dari harmoni kehidupan masyarakat Bali.

Memberikan sajen kepada pohon menjadi simbol bahwa manusia tidak hidup sendirian di dunia ini. Ada alam, makhluk tak kasat mata, serta keseimbangan energi yang harus dijaga. 

Di era modern, ketika manusia semakin jauh dari alam, tradisi ini mengingatkan bahwa pohon bukan sekadar objek mati yang bisa ditebang sesuka hati.

Ada kehidupan yang bergantung padanya baik dalam bentuk makhluk hidup maupun energi spiritual yang tetap menjaga keseimbangan alam semesta. 

Menghormati Alam, Menghormati Kehidupan 

Memberikan sajen kepada pohon mengajarkan bahwa kehidupan harus dihargai dalam segala bentuknya.

Alam tidak hanya menjadi tempat tinggal manusia, tetapi juga rumah bagi banyak makhluk lain, baik yang terlihat maupun tidak. 

Menghormati pohon berarti menghormati kehidupan. Bukan hanya dalam bentuk sajen, tetapi juga dengan menjaga kelestarian alam, merawat lingkungan, dan tidak sembarangan merusak keseimbangan yang sudah terjalin sejak dahulu kala. 

Jadi, lain kali melihat pohon besar dengan sajen di bawahnya, itu bukan sekadar ritual, melainkan bukti bahwa masyarakat Bali memahami sesuatu yang sering dilupakan manusia modern: alam adalah bagian dari diri sendiri yang harus selalu dijaga dan dihormati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Terkini

3 Rekomendasi Rasa Italia Harga Warung Di Denpasar

Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB
X