- “Laut Bercerita” – Leila S. Chudori
Jika mencari bacaan yang emosional dan sarat makna, novel ini adalah pilihan tepat. Mengisahkan perjuangan mahasiswa di era Orde Baru, buku ini membawa pembaca menyelami perasaan kehilangan, harapan, dan ketidakpastian.
Gaya bercerita Leila S. Chudori yang puitis dan menggugah menjadikan novel ini sulit untuk diletakkan begitu saja.
Dalam sekejap, waktu berbuka pun terasa datang lebih cepat.
- “Sapiens: Riwayat Singkat Umat Manusia” – Yuval Noah Harari
Bagi yang lebih suka bacaan berbasis fakta, “Sapiens” menawarkan perjalanan menakjubkan tentang sejarah umat manusia dari zaman purba hingga era modern.
Dengan gaya penulisan yang menarik dan mudah dipahami, Harari mengajak pembaca memahami bagaimana manusia berkembang, menciptakan budaya, dan membentuk dunia seperti sekarang. B
acaan ini tidak hanya mengisi waktu, tetapi juga membuka wawasan baru tentang peradaban manusia.
Menambah Makna di Setiap Detik Ramadan
Menunggu waktu berbuka puasa tidak harus membosankan. Dengan membaca, setiap detik menjadi lebih bermakna dan penuh manfaat.
Lima buku di atas bukan hanya menghibur, tetapi juga memberi inspirasi, memperkaya wawasan, dan memperdalam refleksi diri selama Ramadan.
Di tengah kesibukan sehari-hari, membaca bisa menjadi jeda yang menenangkan dan menyegarkan pikiran.
Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang memperkaya jiwa dengan ilmu dan hikmah.