• Sabtu, 18 April 2026

Ketupat Lebaran Ala Bali Beda Rasa, Beda Makna dari Ketupat di Pulau Dewata

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Kamis, 6 Maret 2025 | 08:19 WIB
Ketupat Lebaran Ala Bali Beda Rasa, Beda Makna dari Ketupat di Pulau Dewata (1001malam.com)
Ketupat Lebaran Ala Bali Beda Rasa, Beda Makna dari Ketupat di Pulau Dewata (1001malam.com)

Bali In Your Hands - Lebaran identik dengan ketupat, sajian khas yang selalu hadir di meja makan setiap Idulfitri. Namun, di Bali, ketupat bukan sekadar makanan pelengkap, melainkan bagian dari tradisi yang memiliki makna mendalam.

Baca Juga: Resep Telur Dadar Korea untuk Buka Puasa yang Praktis, Cepat, dan Lezat

Tak hanya tampil berbeda dari segi rasa dan bentuk, ketupat Lebaran di Pulau Dewata menyimpan filosofi unik yang membuatnya istimewa.

Ketupat Bali Lebih dari Sekadar Nasi Berbalut Janur

Di berbagai daerah, ketupat umumnya dibuat dari beras yang dimasak dalam anyaman janur hingga menjadi padat. Namun, ketupat Bali memiliki varian berbeda dengan cita rasa khas.

Salah satu yang paling terkenal adalah tipat santok, ketupat yang disajikan dengan bumbu kacang khas Bali. Ada pula tipat blayag, ketupat berbentuk lonjong yang dimasak dengan kuah rempah pekat, biasanya dipadukan dengan suwiran ayam, telur, dan kerupuk kulit ayam.

Keunikan lainnya terletak pada tekstur ketupat Bali yang lebih kenyal dan memiliki rasa gurih alami. Hal ini berkat metode memasak yang masih menggunakan cara tradisional, seperti perebusan dalam waktu lama dengan daun kelapa atau pisang yang memberi aroma khas.

Makna Mendalam di Balik Ketupat Lebaran di Bali

Di Pulau Dewata, ketupat bukan hanya simbol Lebaran, tetapi juga bagian dari kehidupan spiritual masyarakat setempat. Dalam tradisi Hindu-Bali, ketupat sering digunakan sebagai persembahan dalam upacara adat dan ritual keagamaan.

Simbolisme ketupat juga erat kaitannya dengan konsep keseimbangan hidup. Bentuk anyaman janur yang saling terkait melambangkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.

Bagi umat Muslim di Bali, ketupat Lebaran tetap memiliki filosofi mendalam. Hidangan ini menjadi simbol kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

 Setiap potongan ketupat yang dibagikan kepada keluarga dan tetangga mengandung pesan kebersamaan dan berbagi rezeki, mencerminkan nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi dalam kehidupan masyarakat Bali.

Ketupat dan Kebersamaan dalam Tradisi Lebaran di Bali

Lebaran di Bali memiliki nuansa khas yang berbeda dari daerah lain. Suasana toleransi begitu terasa saat masyarakat Muslim dan Hindu hidup berdampingan dengan harmonis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Terkini

X