• Sabtu, 18 April 2026

Baca Bali After Tarawih! Apa yang Terjadi di Pulau Dewata Setelah Salat Malam?

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Sabtu, 8 Maret 2025 | 11:30 WIB
Bali After Tarawih! Apa yang Terjadi di Pulau Dewata Setelah Salat Malam? (https://senggol.nusabali.com)
Bali After Tarawih! Apa yang Terjadi di Pulau Dewata Setelah Salat Malam? (https://senggol.nusabali.com)

Bali In Your Hands - Bali, dengan pesona magisnya, tidak pernah kehilangan daya tarik bahkan saat malam tiba di bulan Ramadan. Setelah tarawih, suasana di Pulau Dewata tetap hidup dengan berbagai aktivitas khas yang menggabungkan tradisi lokal, spiritualitas, dan gaya hidup modern.

Dari masjid-masjid yang semakin semarak hingga warung-warung yang kembali menggeliat, Bali menawarkan pengalaman malam Ramadan yang unik dan berbeda dari daerah lainnya.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Program Video Podcast Bertema Bisnis yang Wajib Ditonton di Bulan Suci Ramadhan

Masjid di Bali Nan Syahdu dalam Sujud Malam Meskipun mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, nuansa Islam tetap terasa, terutama di wilayah-wilayah dengan komunitas Muslim yang besar seperti Denpasar, Kuta, dan Kampung Bugis di Serangan.

Setelah tarawih, banyak jamaah yang memilih berdiam diri di masjid untuk berzikir atau melanjutkan ibadah dengan salat sunah.

Masjid Agung Sudirman di Denpasar dan Masjid Ibnu Batutah di Nusa Dua menjadi pusat aktivitas keagamaan yang semakin ramai selama Ramadan, di mana jemaah saling berbagi ilmu dalam kajian singkat setelah salat malam.

Kampung Muslim yang Kembali Hidup Setelah selesai menunaikan ibadah, beberapa komunitas Muslim di Bali mulai kembali ke aktivitas sosial mereka.

Di Kampung Jawa, Denpasar, para pedagang kaki lima mulai membuka lapak kembali, menyajikan berbagai hidangan khas Ramadan seperti martabak telur, sate lilit halal, dan aneka minuman segar.

Perbincangan ringan antara warga menciptakan suasana yang akrab dan hangat, mencerminkan harmoni budaya di pulau ini.

Kedai Kopi dan Warung Makan Tempat Nongkrong Favorit Bagi yang ingin bersantai setelah tarawih, beberapa kedai kopi dan warung makan halal tetap buka hingga larut malam.

Di daerah Kuta dan Seminyak, beberapa kafe menawarkan suasana tenang bagi pengunjung yang ingin berbincang atau sekadar menikmati teh hangat dengan kurma.

Beberapa warung makan khas Timur Tengah juga menjadi favorit, seperti yang ada di Sunset Road, yang menyajikan nasi kebuli dan shawarma sebagai santapan malam setelah ibadah.

Wisata Religi Malam Ketenangan di Tepi Pantai Tidak sedikit yang memilih menikmati malam Ramadan dengan cara yang lebih tenang, seperti mengunjungi pantai setelah tarawih.

Pantai Sanur dan Jimbaran sering menjadi destinasi bagi mereka yang ingin merasakan ketenangan spiritual, menikmati semilir angin malam, dan merenungi makna Ramadan di bawah langit berbintang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Terkini

X