Bali In Your Hand - Bali, yang dikenal sebagai Pulau Dewata dengan mayoritas penduduknya beragama Hindu, ternyata menyimpan jejak sejarah Islam yang panjang.
Di tengah gemerlap wisata dan budaya khas Bali, dua kampung Muslim kuno berdiri teguh sebagai saksi perjalanan Islam di tanah ini.
Baca Juga: Gempa Berkekuatan 4.2 SR Mengguncang Bali
Masjid Kampung Bugis di Serangan dan Masjid Kampung Jawa di Kepaon bukan sekadar rumah ibadah, tetapi juga simbol peradaban Islam yang telah lama berakar di pulau ini.
Masjid Kampung Bugis Warisan Pelaut Muslim dari Sulawesi
Terletak di Pulau Serangan, Masjid Kampung Bugis merupakan peninggalan komunitas Bugis yang datang ke Bali sejak abad ke-17.
Para pelaut Bugis dikenal sebagai perantau ulung yang membawa serta agama Islam dalam setiap pelayarannya.
Mereka menetap di Serangan dan mendirikan pemukiman yang hingga kini masih bertahan dengan kuatnya tradisi Islam.
Masjid yang berdiri di tengah kampung ini memiliki arsitektur khas yang memadukan unsur Bugis dan Bali. Atap limasan serta ukiran kayu di beberapa bagiannya mencerminkan perpaduan budaya yang harmonis.
Setiap Jumat, masjid ini ramai oleh warga setempat yang menjalankan ibadah dengan penuh khidmat.
Tak hanya menjadi pusat keagamaan, masjid ini juga menjadi penjaga tradisi lisan tentang kisah-kisah pelaut Bugis yang menaklukkan lautan dan membawa ajaran Islam ke berbagai penjuru Nusantara.
Masjid Kampung Jawa Jejak Pedagang Muslim dari Tanah Jawa
Di sisi lain Denpasar, terdapat Kampung Jawa di Kepaon yang juga memiliki sejarah panjang tentang masuknya Islam ke Bali.
Kampung ini dihuni oleh keturunan pedagang Jawa yang telah menetap sejak zaman Kerajaan Gelgel pada abad ke-15.
Masjid Kampung Jawa yang berdiri di tengah permukiman menjadi bukti nyata bagaimana Islam berkembang di antara masyarakat Hindu Bali tanpa kehilangan identitasnya.
Arsitektur masjid ini juga memiliki sentuhan khas Jawa dengan atap tumpang bertingkat dan serambi luas yang sering digunakan untuk pengajian.