• Sabtu, 18 April 2026

Program Makan Bergizi Gratis 2025 Menarik Perhatian Dunia Pemimpin Global Ingin Mempelajari Keberhasilannya

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Selasa, 25 Maret 2025 | 10:10 WIB
Presiden Prabowo saat Meninjau Pelaksanaan MBG di SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya.  (instagram.com/presidenrepublikindonesia)
Presiden Prabowo saat Meninjau Pelaksanaan MBG di SDN 1 dan SDN 2 Kedung Jaya. (instagram.com/presidenrepublikindonesia)

Bali In Your Hands - Indonesia sedang menjadi sorotan dunia melalui program makan bergizi gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Terlepas dari pro dan kontra di dalam negeri, sejumlah pemimpin dunia justru tertarik untuk mempelajari bagaimana Indonesia merancang dan menjalankan program ini.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada 20 Maret 2025, Prabowo mengungkapkan bahwa berbagai pemimpin negara telah mengirimkan surat resmi yang menyatakan minat mereka untuk belajar dari Indonesia.

Baca Juga: 7 Spot Berkendara Paling Angker di Pulau Jawa yang Sering Menyebabkan Kecelakaan

Prabowo menegaskan bahwa program ini masih dalam tahap awal, namun skalanya sudah begitu besar dan mencakup seluruh provinsi di Indonesia. Dalam waktu tiga bulan sejak diluncurkan, program ini telah menjangkau 38 provinsi dengan total 3 juta penerima manfaat.

Hal ini menjadikan program makan bergizi gratis sebagai salah satu inisiatif sosial terbesar yang pernah dijalankan di Indonesia, bahkan di dunia. Pemimpin-pemimpin global melihat keseriusan Indonesia dalam mengatasi permasalahan gizi sebagai langkah inovatif yang patut dicontoh.

Namun, di balik pencapaian ini, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satu kendala utama adalah belum meratanya distribusi makanan bergizi ke seluruh penerima manfaat.

Prabowo mengaku sering mendapat keluhan langsung dari masyarakat saat berkunjung ke daerah-daerah. Banyak warga yang menyampaikan bahwa mereka belum mendapatkan manfaat dari program ini, sementara desa atau sekolah di sebelahnya sudah menerima bantuan. Kondisi ini mendorong pemerintah untuk mempercepat distribusi dengan berbagai strategi baru.

Baca Juga: 12 Tips Menyetir Anti Ngantuk dan Bosan Selama Mudik Lebaran

Untuk memastikan pemerataan, Presiden meminta Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan jajarannya untuk mencari solusi inovatif agar program ini bisa menjangkau lebih banyak penerima dalam waktu yang lebih singkat.

Salah satu strategi yang sedang dipertimbangkan adalah penggunaan sistem distribusi hibrida, yang mengombinasikan berbagai metode pengiriman agar lebih efektif, terutama untuk daerah terpencil dan sulit dijangkau.

Pemerintah menargetkan agar seluruh kelompok sasaran bisa menerima manfaat program ini secepat mungkin.

Anggaran yang dibutuhkan untuk menjalankan program ini juga tidak sedikit. Tahun 2025, BGN telah menerima alokasi dana sebesar Rp71 triliun dan diperkirakan akan mendapat tambahan Rp100 triliun pada September 2025.

Baca Juga: Rekomendasi 10 Tempat Makan untuk Persinggahan Saat Mudik ke Pulau Jawa di Kota Solo

Jika program ini sudah berjalan penuh pada 2026 dengan mencakup 82,9 juta penerima manfaat di 30.000 satuan pelayanan, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai Rp360 triliun hingga Rp400 triliun per tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Promedia Teknologi Indonesia

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X