Namun, bukan berarti gorengan harus dihindari sepenuhnya. Konsumsi dalam jumlah wajar dengan porsi seimbang tetap dapat dinikmati tanpa berdampak negatif bagi tubuh. Mengombinasikan gorengan dengan sumber serat, seperti sayuran atau buah, dapat membantu memperlambat penyerapan lemak dan karbohidrat sederhana.
Alternatif lain untuk menikmati gorengan yang lebih sehat adalah dengan menggoreng menggunakan metode air fryer atau memanggangnya di oven. Cara ini mengurangi jumlah minyak yang diserap oleh makanan, sehingga kalorinya lebih rendah dibandingkan gorengan konvensional.
Menurut penelitian dari Journal of Food Science, metode air fryer dapat mengurangi kandungan lemak hingga 75% dibandingkan metode penggorengan tradisional.
Selain itu, pemilihan minyak yang digunakan juga berperan dalam menentukan dampak kesehatan dari gorengan. Minyak dengan kadar lemak tak jenuh lebih tinggi, seperti minyak zaitun atau minyak kelapa, lebih baik dibandingkan minyak sawit yang banyak mengandung lemak jenuh.
American Heart Association merekomendasikan penggunaan minyak yang lebih sehat untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
Menjaga keseimbangan dalam pola makan saat berbuka adalah kunci utama. Selain memperhatikan porsi, penting juga untuk menghindari kebiasaan makan berlebihan setelah berpuasa. Berbuka dengan makanan bernutrisi tinggi seperti kurma, sup, atau salad sebelum mengonsumsi gorengan bisa membantu mengontrol nafsu makan.
Mitos tentang gorengan sebagai penyebab utama kenaikan berat badan sebenarnya tergantung pada jumlah dan frekuensi konsumsinya. Jika dikonsumsi dalam batas wajar dan diimbangi dengan gaya hidup sehat, gorengan tidak akan langsung membuat berat badan melonjak drastis.
Menikmati gorengan saat berbuka tetap bisa dilakukan dengan bijak. Memilih cara pengolahan yang lebih sehat dan menjaga pola makan seimbang adalah kunci agar tubuh tetap sehat tanpa harus merasa bersalah menikmati makanan favorit.***
Artikel Terkait
Heboh! Belatung Ditemukan di Makanan Program MBG, Siswa Keracunan Massal
Mitos Atau Fakta? Ramadhan di Bali, Benarkah Sulit Menemukan Makanan Hahal?
Petualangan Rasa di Bali: POV Sarapan Siang atau Brunch dengan Trik Berbagi Makanan
10 Alternatif Makanan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia Agar Tidak Bosan
Warteg Masa Depan: Pesan Makanan dengan Layar Sentuh di Canggu Bali