• Sabtu, 18 April 2026

Potensi Wisata Tersembunyi Tiga Desa di Buleleng Masuk Radar Dunia Internasional

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 11:00 WIB
Desa Les Kecamatan Tejakula Buleleng Bali (detik.com)
Desa Les Kecamatan Tejakula Buleleng Bali (detik.com)

 

Bali In Your Hands - Desa-desa kecil di utara Bali mulai menampakkan cahaya di panggung global lewat ajang desa wisata internasional. Tiga desa di Kabupaten Buleleng resmi menjadi wakil Bali dalam program prestisius yang digagas Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan United Nations World Tourism Organization (UNWTO) yang bernaung di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ketiganya tidak hanya menjual lanskap dan tradisi, tetapi juga kesungguhan dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat.

Nama Desa Les Kecamatan Tejakula, Desa Sudaji Kecamatan Sawan dan Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak bukan asing bagi wisatawan, namun masuknya ketiga desa ini ke daftar nominasi Best Tourism Village V oleh UN Tourism menjadi sinyal kuat bahwa pariwisata Bali kini bertumpu pada kekuatan lokal.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Buleleng I Gede Dody Sukma Oktiva Askara, Jumat (30/5)seperti dikutip nusabali.com, "Terpilihnya ketiga desa ini merupakan hasil kerja keras panjang, mulai dari pembangunan infrastruktur ramah lingkungan hingga pelatihan SDM desa yang berkelanjutan. Ia menyebut bahwa keterlibatan generasi muda dan kolaborasi dengan kelompok sadar wisata menjadi faktor penentu keberhasilan. Penilaian dilakukan dari aspek kelestarian alam, orisinalitas budaya, inovasi digital, hingga pengelolaan ekonomi kreatif desa," ujarnya.

Persaingan desa wisata tahun ini terbilang ketat. Indonesia hanya mengirimkan empat perwakilan dari seluruh nusantara. Bali mendapat jatah tiga desa dari Buleleng, sebuah prestasi tersendiri di tengah upaya pemerataan pembangunan pariwisata dari selatan ke utara pulau.

Selain seleksi di tingkat nasional, ketiga desa akan menjalani tahap evaluasi oleh tim internasional yang menilai kesiapan global dari sisi infrastruktur hingga dampak sosial ekonomi terhadap masyarakat setempat.

Ajang desa wisata internasional bukan sekadar kompetisi, melainkan platform strategis untuk mengenalkan kekayaan desa Indonesia kepada dunia.

Buleleng menunjukkan bahwa kearifan lokal yang dikelola serius bisa menjadi kekuatan baru dalam transformasi pariwisata. Ketika masyarakat diberi ruang untuk mengelola potensi wilayahnya sendiri, lahirlah destinasi yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga menghidupi generasi di dalamnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: NUSABALI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X