• Sabtu, 18 April 2026

Sekolah Rakyat Bernuansa Hindu Disiapkan Jadi Instrumen Baru Atasi Kemiskinan Bali

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Sabtu, 31 Mei 2025 | 11:17 WIB

Bali In Your Hands - Sebuah pola pendidikan alternatif tengah disiapkan untuk menjangkau kelompok paling rentan di Bali. Sekolah rakyat bernuansa Hindu mulai dibangun sebagai bentuk nyata dari upaya pengentasan kemiskinan berbasis pendidikan spiritual dan sosial. Pendidikan berasrama ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu yang selama ini belum tersentuh oleh skema bantuan konvensional.

Model ini bukan hanya memberikan pendidikan gratis dan tempat tinggal, tetapi juga mendekatkan siswa pada nilai-nilai agama Hindu sebagai landasan moral dan jati diri. Inspirasi utama lahir dari keberhasilan SMA/SMK Bali Mandara di Buleleng yang selama satu dekade telah membuktikan efektivitas model boarding school bagi siswa dari latar belakang ekonomi lemah.

Anggota Komisi VIII DPR RI I Ketut Kariyasa Adnyana menjelaskan bahwa sekolah rakyat akan diperluas ke seluruh kabupaten kota di Bali. Pada 2024 sudah ada satu sekolah yang berjalan di Tabanan dan dua lagi dalam tahap pembangunan di Karangasem. Empat kabupaten lain telah mengajukan proposal serupa. “Tahun depan kita harap ada lebih banyak lagi,” ujar Kariyasa kunjungannya ke Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali.

Kariyasa menegaskan, program ini tidak bersifat simbolis melainkan dirancang untuk menjawab langsung kebutuhan mendesak pendidikan di kalangan miskin. Dari 26 ribu lulusan SMA setiap tahun di Bali, hanya 2 ribu yang terakses bantuan pendidikan. Sisanya sangat bergantung pada inisiatif seperti sekolah rakyat ini. Oleh karena itu, ia mendorong regulasi khusus agar program ini punya landasan hukum kuat dan bisa dilanjutkan lintas pemerintahan.

Dukungan datang dari Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, I Nengah Duija, yang menyoroti pentingnya perbaikan kualitas tenaga pendidik. Sertifikasi guru Widyalaya tengah dipercepat agar mereka bisa mengakses insentif melalui Program Profesi Guru. Langkah ini dianggap vital untuk mendukung sistem belajar dan pengasuhan yang seimbang antara pendidikan umum dan nilai-nilai spiritual Hindu.

Sekolah rakyat bukan hanya tentang mendirikan bangunan baru, tapi tentang menyiapkan ruang hidup yang setara bagi generasi muda dari kalangan termarjinalkan. Ketika pendidikan menyatu dengan spiritualitas dan sosial, lahirlah lembaga yang bukan hanya mencetak lulusan, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat akar budaya Bali.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X