• Sabtu, 18 April 2026

87 Jadwal Penerbangan Dibatalkan di Bandara Ngurah Rai Bali

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Rabu, 18 Juni 2025 | 22:49 WIB
Penerbangan ke Bali di tambah lagi (pexels/tomfisk)
Penerbangan ke Bali di tambah lagi (pexels/tomfisk)


Bali In Your Hands - Cuaca buruk kembali memaksa pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, membatalkan sejumlah jadwal penerbangan. Hingga Selasa siang, tercatat sebanyak 87 penerbangan dibatalkan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibanding sehari sebelumnya, yang hanya mencatat 41 pembatalan. Situasi ini memicu kepadatan di terminal keberangkatan dan membuat banyak penumpang harus menjadwal ulang perjalanan secara mendadak.

Data dari pihak pengelola bandara menunjukkan, dari total 87 penerbangan yang dibatalkan, 64 di antaranya merupakan rute internasional, sedangkan 23 lainnya merupakan rute domestik. Beberapa maskapai yang terdampak di antaranya AirAsia, Jetstar, dan Lion Air. Pembatalan ini dipicu oleh faktor keselamatan penerbangan yang tidak bisa dikompromikan, menyusul adanya kabut tebal dan hujan deras di sejumlah jalur udara sekitar Bali.

General Manager Bandara Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh maskapai dan instansi terkait untuk penanganan penumpang yang terdampak. “Kami mengedepankan keselamatan dan keamanan penerbangan. Saat ini kami tengah memfasilitasi proses refund, reschedule, serta penyediaan layanan informasi yang dibutuhkan penumpang,” jelasnya. Proses pembatalan dilakukan secara bertahap sejak dini hari dan terus diperbarui sesuai kondisi cuaca yang terus berubah.

Situasi ini juga membuat sejumlah penerbangan dialihkan ke bandara lain seperti Bandara Juanda di Surabaya dan Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. Bagi wisatawan mancanegara, hal ini menjadi kendala yang cukup merepotkan, terlebih di musim liburan tengah tahun yang tengah berlangsung. Beberapa calon penumpang bahkan memilih bertahan di area bandara sembari menunggu kejelasan jadwal pengganti dari maskapai.

Pembatalan penerbangan secara masif ini menjadi pengingat bahwa industri transportasi udara tetap bergantung pada kondisi alam yang tak bisa diprediksi. Penyesuaian jadwal dan penguatan sistem layanan menjadi prioritas utama untuk menjaga kenyamanan serta keselamatan seluruh pengguna jasa bandara.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Beberapa Media

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X