Bali In Your Hands - Buleleng akan menyambut tahun depan dengan perubahan besar di kawasan heritage-nya. Bupati I Nyoman Sutjidra mengungkapkan rencananya untuk menata kawasan yang dimulai dari titik nol, yaitu Tugu Singa Ambara Raja hingga Pelabuhan Buleleng. Revitalisasi ini bukan sekadar pembaruan fisik, namun juga usaha mengembalikan citra kawasan bersejarah yang kental akan nilai budaya dan sejarahnya. Titik nol tersebut menjadi saksi bisu perjalanan panjang Buleleng yang harus tetap terjaga dengan sentuhan modern yang tetap mengedepankan aspek sejarah. Berita dilansir dari detik.com.
Baca Juga: Rahasia Cengkeh Buleleng yang Jadi Rebutan Industri Rokok dan Pasar Ekspor Dunia
Sebagai langkah awal, Sutjidra menegaskan bahwa penataan ini bertujuan untuk merangkul sejarah dan melestarikannya, bukan menghapusnya. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan yang tetap memelihara jejak masa lalu namun tetap membawa kawasan ini menjadi lebih menarik dan hidup. "Kami ingin masyarakat dan wisatawan dapat merasakan atmosfer sejarah yang tak lekang oleh waktu," ujar Sutjidra saat meresmikan revitalisasi Tempat Ibadah Tri Dharma Ling Gwan Kiong, yang kini telah rampung dan siap digunakan kembali.
Baca Juga: Karya Gebyar Generasi Muda Buleleng Barat Tampilkan Wajah Harmoni Dalam Seni Bali
Pelabuhan Buleleng, yang selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi bersejarah di Bali, akan menjadi fokus utama proyek penataan kawasan ini. Di samping itu, Sutjidra berharap langkah ini juga dapat mendorong sektor pariwisata dan ekonomi lokal, membuka peluang baru bagi UMKM dan industri kreatif, serta memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Dengan dimulainya proyek penataan ini, Buleleng berkomitmen untuk tidak hanya mempertahankan nilai sejarahnya, tetapi juga menampilkan wajah baru yang lebih bersih, teratur, dan siap menyambut masa depan.***
Artikel ini membahas rencana penataan kawasan heritage di Buleleng yang akan dimulai tahun depan. Fokus utamanya adalah revitalisasi mulai dari Tugu Singa Ambara Raja hingga Pelabuhan Buleleng. Bupati I Nyoman Sutjidra menekankan bahwa penataan ini bertujuan untuk mengembalikan citra kawasan tersebut tanpa menghapus jejak sejarah. Dengan memadukan aspek sejarah dan modernitas, proyek ini juga diharapkan mendorong sektor pariwisata dan perekonomian lokal.
Artikel Terkait
Potensi Wisata Tersembunyi Tiga Desa di Buleleng Masuk Radar Dunia Internasional
Tragedi Pantai Tangguwisia Buleleng Remaja Tewas Tenggelam Terseret Ombak Besar
Karya Gebyar Generasi Muda Buleleng Barat Tampilkan Wajah Harmoni Dalam Seni Bali
Rahasia Cengkeh Buleleng yang Jadi Rebutan Industri Rokok dan Pasar Ekspor Dunia