• Sabtu, 18 April 2026

Pemanfaatan Buah Manggis Dari Kulit Hingga Daging Yang Menyimpan Khasiat Sejati

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 16:23 WIB
Pemanfaatan Buah Manggis Dari Kulit Hingga Daging Yang Menyimpan Khasiat Sejati (digitaldesa)
Pemanfaatan Buah Manggis Dari Kulit Hingga Daging Yang Menyimpan Khasiat Sejati (digitaldesa)

Bali In Your Hands - Warna ungu pekat yang membungkus buah manggis menyimpan lebih dari sekadar keindahan tropis. Di balik kulit tebalnya, tersimpan aneka manfaat yang telah dimanfaatkan sejak lama oleh masyarakat. Dari daging buah yang manis segar hingga kulit yang kaya senyawa aktif, setiap bagian manggis menawarkan potensi yang berbeda. Inovasi pengolahan kini membuat buah ini hadir dalam bentuk yang lebih variatif dan bernilai tinggi. Jejaknya melintasi dapur rumah hingga laboratorium penelitian kesehatan.

Manggis (Garcinia mangostana) bukan hanya dikenal sebagai “ratu buah” karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena kelengkapan manfaatnya. Daging buahnya yang putih lembut kaya vitamin C, serat, dan mineral sehingga sering disajikan segar, diolah menjadi jus, selai, hingga campuran salad buah. Di industri kuliner, daging manggis juga dijadikan bahan dasar minuman herbal dan dessert tropis.

Baca Juga: Intip Kandungan Gizi Buah Manggis Yang Menyimpan Pesona Tropis

Bagian kulit manggis, yang biasanya terbuang, justru menyimpan senyawa xanthones dan antosianin yang terkenal sebagai antioksidan kuat. Ekstrak kulitnya kini banyak digunakan dalam pembuatan kapsul herbal, teh kesehatan, dan minuman fungsional yang diklaim membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan menekan peradangan. Dalam penelitian yang dirilis oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, senyawa bioaktif dalam kulit manggis menunjukkan potensi sebagai anti bakteri alami yang dapat dimanfaatkan dalam pengembangan obat tradisional.

Biji manggis yang berukuran kecil juga memiliki manfaat. Setelah melalui proses perebusan dan pengeringan, biji dapat diolah menjadi tepung yang digunakan untuk campuran kue atau bubur. Kandungan lemak nabati di dalam bijinya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan minyak herbal.

Daun manggis, meski jarang disebut, memiliki nilai etnobotani. Beberapa daerah memanfaatkannya sebagai bahan rebusan untuk mengatasi gangguan pencernaan ringan. Air rebusan ini dipercaya mengandung fitonutrien yang mendukung kesehatan organ dalam.

Industri kecantikan juga melirik manggis, terutama kulitnya, sebagai bahan baku masker wajah dan sabun herbal. Kandungan antioksidannya dianggap membantu merawat kesehatan kulit, mengurangi jerawat, dan menjaga elastisitas. Produk kosmetik berbasis ekstrak manggis kini banyak ditemukan di pasar internasional, menunjukkan nilai ekonominya yang terus meningkat.

Manggis menghadirkan pelajaran tentang bagaimana alam memberi manfaat tanpa sisa. Dari kulit, daging, biji, hingga daunnya, semua bagian memiliki peran dan nilai guna. Setiap olahan yang tercipta bukan hanya memberi rasa dan khasiat, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan inovasi. Dengan menggali potensi ini, manggis bukan lagi sekadar buah tropis, melainkan simbol keberlanjutan dan kecerdikan dalam memanfaatkan sumber daya alam.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Bali In Your Hands

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X