• Sabtu, 18 April 2026

Penyakit yang Sering Muncul Setelah Banjir Bandang dan Cara Mencegahnya

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Jumat, 12 September 2025 | 13:00 WIB
Beberapa penyakit muncul sesudah banjir bandang (Canva/PhotoApp)
Beberapa penyakit muncul sesudah banjir bandang (Canva/PhotoApp)

Baliinyourhands.comBanjir bandang bukan hanya meninggalkan kerugian material, tetapi juga membawa risiko kesehatan yang serius. Air yang meluap bercampur dengan lumpur, limbah, bahkan bangkai hewan, menciptakan lingkungan ideal bagi berkembangnya penyakit.

Oleh karena itu, memahami penyakit-penyakit yang biasanya muncul setelah banjir bandang menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga.

1. Leptospirosis: Penyakit dari Air Tercemar

Leptospirosis sering muncul pasca-banjir bandang. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang biasanya terdapat dalam urine tikus dan hewan lain.

Baca Juga: Bali Di Peringkat Tiga Pulau Terindah Dunia Versi Travel And Leisure

Air banjir yang tercemar dapat masuk ke tubuh melalui luka terbuka, selaput lendir, atau kulit yang terendam terlalu lama. Gejala umumnya meliputi demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, hingga mata kuning. Kasus berat bisa berujung pada kerusakan ginjal dan hati.

Pencegahan: gunakan sepatu bot atau pelindung kaki saat membersihkan area banjir, hindari kontak langsung dengan air kotor, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala mencurigakan.

2. Diare dan Infeksi Saluran Pencernaan

Air banjir sering mencemari sumber air bersih. Akibatnya, penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman seperti diare, kolera, dan disentri mudah menyebar. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan. Selain kehilangan cairan, diare yang tidak tertangani bisa menyebabkan dehidrasi berat.

Baca Juga: Destinasi Wisata Tabanan Bali yang Wajib Dikunjungi

Pencegahan: rebus air sebelum diminum, gunakan air dalam kemasan bila memungkinkan, serta jaga kebersihan makanan dengan mencuci tangan sebelum makan.

3. Penyakit Kulit

Lama terendam air banjir membuat kulit rentan terhadap infeksi, seperti dermatitis, gatal-gatal, hingga kutu air. Kondisi ini semakin parah jika terdapat luka terbuka yang terpapar air tercemar.

Pencegahan: setelah kontak dengan air banjir, segera mandi dengan sabun antiseptik, keringkan tubuh, dan gunakan salep antijamur bila muncul keluhan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X