• Sabtu, 18 April 2026

Tenun Bali Karya Tangan Pengrajin Desa Dengan Motif Sakral Dan Filosofi Kehidupan

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Rabu, 17 September 2025 | 20:00 WIB
Tenun Bali Karya Tangan Pengrajin Desa Dengan Motif Sakral Dan Filosofi Kehidupan (Baliya.id)
Tenun Bali Karya Tangan Pengrajin Desa Dengan Motif Sakral Dan Filosofi Kehidupan (Baliya.id)

Bali In Your Hands - Matahari pagi di Karangasem menyingkap pemandangan indah: deretan rumah sederhana dengan suara kayu beradu dari alat tenun tradisional. Seorang ibu duduk bersila, menenun benang demi benang hingga membentuk motif yang penuh filosofi. Di balik keindahannya, kain tenun Bali menyimpan kisah sakral, simbol keseimbangan, serta bukti dedikasi para pengrajin desa yang menjaga warisan leluhur tetap hidup.

Baca Juga: Tenun Bali Yang Tak Kalah Menarik Dan Cita Rasa Tinggi

• Jejak Tradisi Tenun di Bali
Tenun sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak lama, digunakan dalam ritual dan perayaan penting. Lebih dari busana, kain ini dipandang sebagai medium doa.

• Motif yang Mewakili Kehidupan

• Geringsing Tenganan: kain suci yang diyakini menolak bala dan melindungi pemakainya.

• Songket Klungkung: motif rumit dengan benang emas yang mencerminkan kejayaan dan keanggunan.

• Endek Sidemen: kain penuh warna yang melambangkan kegembiraan dan keharmonisan sosial.

Baca Juga: Sentra Tenun Jembrana, Melestarikan Seni Tenun dan Songket Khas Bali Sekaligus Memutar Roda Ekonomi

• Pusat Pengrajin Tenun

• Desa Tenganan, Karangasem: penghasil kain geringsing dengan teknik ikat ganda yang langka di dunia.

• Sidemen, Karangasem: pengrajin endek yang kini dikenal hingga mancanegara.

• Klungkung: sentra songket dengan detail ukiran motif bunga dan alam.

• Makna Filosofis dalam Tenun
Setiap benang yang ditenun diyakini sebagai doa agar manusia hidup selaras dengan alam, menjaga keseimbangan spiritual, serta menghormati leluhur.

• Eksistensi di Masa Kini
Tenun Bali kini dipadukan dalam busana modern, dari pakaian kasual hingga haute couture. Hal ini membuktikan bahwa tradisi tetap bisa hidup berdampingan dengan kreativitas zaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Bali In Your Hands

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X