• Sabtu, 18 April 2026

Ngurek Bali Sebagai Tradisi Kebersamaan Yang Merekatkan Hubungan Sosial Dan Menguatkan Identitas Budaya Leluhur

Photo Author
Veronica Ellen, BaliInYourHands.com
- Jumat, 26 September 2025 | 19:30 WIB
Ngurek Bali Sebagai Tradisi Kebersamaan Yang Merekatkan Hubungan Sosial Dan Menguatkan Identitas Budaya Leluhur (Pemkot Denpasar)
Ngurek Bali Sebagai Tradisi Kebersamaan Yang Merekatkan Hubungan Sosial Dan Menguatkan Identitas Budaya Leluhur (Pemkot Denpasar)

Bali In Your Hands - Di banyak desa adat Bali, tradisi Ngurek tidak hanya menjadi bagian dari upacara keagamaan, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, saling mendukung, dan merayakan identitas bersama. Di balik pertunjukan sakral yang penuh energi, Ngurek menghadirkan suasana gotong royong yang membuat hubungan sosial semakin erat. Kehadiran warga yang berkumpul untuk menyaksikan ritual ini menciptakan rasa persaudaraan yang tidak lekang oleh waktu.

Baca Juga: Tradisi Ngurek Bali Masih Dijaga Sebagai Wujud Kepercayaan Penuh Akan Energi Ilahi Dan Keteguhan Spiritualitas Leluhur

Ngurek tidak sekadar ritual individu yang masuk ke dalam kondisi trance, tetapi sebuah peristiwa kolektif. Sejak persiapan, seluruh warga desa terlibat: ada yang mempersiapkan sesajen, menata pura, hingga menabuh gamelan pengiring. Semua ini dilakukan dengan sukacita, sehingga ritual yang tampak menegangkan justru lahir dari kebersamaan dan kerja kolektif masyarakat Bali.

Baca Juga: Tradisi Ngurek Bali Masih Dijaga Sebagai Wujud Kepercayaan Penuh Akan Energi Ilahi Dan Keteguhan Spiritualitas Leluhur

Ada beberapa aspek sosial yang tampak jelas dalam tradisi Ngurek:

  1. Media kebersamaan masyarakat desa
    Ngurek mempertemukan berbagai lapisan masyarakat tanpa sekat, dari anak-anak hingga orang tua.

  2. Ruang edukasi budaya untuk generasi muda
    Anak-anak desa dapat menyaksikan langsung bagaimana ritual sakral dijalankan, sehingga rasa memiliki terhadap tradisi semakin kuat.

  3. Ekspresi seni dan kreativitas kolektif
    Iringan gamelan, tarian, dan dekorasi pura dalam Ngurek menunjukkan kekayaan seni yang menyatu dengan spiritualitas.

  4. Momentum memperkuat solidaritas sosial
    Rasa aman dan dukungan dari sesama warga membuat pelaku Ngurek semakin yakin dalam menjalankan ritual.

Menurut Made Dwija, budayawan Bali yang dikutip Kompas Bali, “Ngurek bukan hanya persoalan spiritual, melainkan juga ruang sosial. Di sana ada rasa kebersamaan, solidaritas, dan identitas kolektif yang memperkuat masyarakat adat.”

Tradisi ini membuktikan bahwa di balik kesan ekstrem, Ngurek adalah perayaan hidup, kebersamaan, dan pengingat bahwa identitas budaya bisa terus hidup ketika dijaga bersama.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Veronica Ellen

Sumber: Bali In Your Hands

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X