• Sabtu, 18 April 2026

Cara Murah ke Ubud dari Bandara Ngurah Rai dengan Trans Dewata: Hemat, Nyaman, dan Ramah Lingkungan

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Minggu, 2 November 2025 | 17:00 WIB
Ilustrasi Trans Dewata (Web/RRI)
Ilustrasi Trans Dewata (Web/RRI)

Baliinyourhands - Bagi wisatawan yang baru tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai dan ingin menuju Ubud tanpa menguras kantong, kini tak perlu lagi tergoda oleh taksi bandara berbiaya tinggi.

Moda transportasi publik Trans Dewata hadir sebagai solusi hemat dan nyaman untuk mencapai jantung budaya Bali ini, hanya dengan biaya sekitar Rp 4.400 hingga Rp 10.000 sekali jalan.

Alternatif Terjangkau Menuju Ubud

Trans Dewata, yang beroperasi di bawah Dinas Perhubungan Provinsi Bali, kini menjadi tulang punggung transportasi publik modern di Pulau Dewata.

Baca Juga: Kata Coki Pardede usai Onadio Leonardo Terjerat Skandal Narkoba, Ngaku Enggan Pura-pura Ngerti Perasaan sang Artis

Dengan armada berpendingin udara, sistem pembayaran nontunai, dan rute yang terkoneksi, bus ini menjadi pilihan favorit wisatawan backpacker hingga digital nomad yang ingin bepergian murah namun tetap nyaman.

Untuk menuju Ubud dari Bandara Ngurah Rai, penumpang bisa mengikuti rute berikut:

  1. Naik Trans Dewata Koridor 1 dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Terminal Ubung, Denpasar.

    • Waktu tempuh: sekitar 45–60 menit, tergantung lalu lintas.

    • Tarif: Rp 4.400 dengan kartu e-money (BRIZZI, TapCash, Flazz, dsb).

    • Bus beroperasi dari pukul 06.00 hingga 21.00 WITA.

  2. Dari Terminal Ubung, lanjutkan perjalanan dengan bus feeder ke Ubud, yang biasanya berhenti di area Pasar Ubud, Monkey Forest, atau Terminal Ubud.

    • Waktu tempuh: sekitar 45 menit.

    • Tarif tambahan: sekitar Rp 7.000–Rp 10.000.

Total biaya perjalanan pun hanya berkisar Rp 15.000-an, jauh lebih murah dibandingkan tarif taksi bandara yang bisa mencapai Rp 300.000–Rp 400.000.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X