Bali In Your Hands - Tabanan menyambut persiapan Galungan dengan nuansa yang begitu lembut. Penjor yang baru terpasang bergerak pelan tertiup angin, menghadirkan pemandangan yang membuat setiap orang yang melintas berhenti sejenak menikmati keindahannya. Aroma janur, dupa, dan banten perlahan mengisi udara, menciptakan suasana yang menyatukan kenangan masa lampau dan harapan baru. Di tengah kesibukan keluarga Bali menata hari raya, perhatian publik tertuju pada pesan hangat yang disampaikan DPRD Tabanan untuk menyambut Galungan dan Kuningan 2025. Momen ini terasa seperti pengingat akan kedekatan sosial dan spiritual masyarakat.
Baca Juga: Peringatan Puputan Margarana Bertepatan Umanis Galungan Ramai Tradisi Mamunjung
Ucapan dari DPRD Tabanan disampaikan dalam suasana sederhana namun penuh makna di kantor lembaga tersebut. Pesan tersebut bukan hanya bentuk penghormatan kepada umat Hindu, tetapi penegasan nilai yang terus dijaga masyarakat Bali: keseimbangan, kedamaian, dan kebersamaan. DPRD menekankan bahwa Galungan adalah waktu untuk memperkuat hubungan antargenerasi melalui tradisi yang diwariskan secara turun temurun. Dalam setiap kata tersirat ajakan untuk menjalani hari raya dengan hati yang damai dan penuh syukur.
Baca Juga: Tradisi Berbagi Gerindra Bali Semarakkan Galungan Dengan Penyaluran 139 Babi
Beberapa poin penting turut mencuri perhatian:
-
Penegasan Kemenangan Dharma
Galungan dipandang sebagai pengingat bahwa nilai kebajikan tetap menjadi pedoman utama dalam kehidupan masyarakat. -
Pelestarian Tradisi Desa
DPRD mengajak seluruh wilayah di Tabanan menjaga tradisi seperti pembuatan penjor dan banten galungan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. -
Kesiapan Lingkungan Menyambut Hari Raya
Pemerintah daerah memastikan akses jalan, fasilitas umum, dan area pura ditata agar ibadah berlangsung tenang dan nyaman. -
Dorongan Kebersamaan Sosial
Pesan Galungan ini diarahkan untuk memperkuat hubungan antardesa dan keluarga, menciptakan suasana penuh persaudaraan.
Baca Juga: Aksi Berbagi Babi Guling Mentoel Semarakkan Galungan Dan Kuningan Di Denpasar
Saat pesan tersebut tersebar, suasana Tabanan terasa semakin hangat. Warga memaknainya sebagai bentuk kedekatan antara lembaga daerah dengan masyarakat, bukan sekadar seremonial. Ketika penjor berdiri anggun dan suara gamelan mulai terdengar, Galungan kembali menghidupkan ritme spiritual yang menyatukan seluruh desa.
Pesan DPRD Tabanan untuk Galungan dan Kuningan 2025 menjadi penguat bahwa tradisi adalah akar yang terus menegakkan harmoni. Masyarakat diajak menjaga nilai leluhur agar kehidupan tetap seimbang dan teduh.***
Artikel Terkait
Kenali Makna Mistis dan Sejarah Galungan Menjadi Simbol Kemenangan Dharma
Aksi Berbagi Babi Guling Mentoel Semarakkan Galungan Dan Kuningan Di Denpasar
Tradisi Berbagi Gerindra Bali Semarakkan Galungan Dengan Penyaluran 139 Babi
Peringatan Puputan Margarana Bertepatan Umanis Galungan Ramai Tradisi Mamunjung