Menjelang malam 27 Ramadan, pemuda kampung membawa obor dari tempurung kelapa dan berkeliling kampung sambil melantunkan shalawat.
Cahaya obor yang berpendar di antara pura dan masjid menciptakan pemandangan yang magis, menggambarkan keindahan toleransi dalam keberagaman.
Di era modern, banyak tradisi Ramadan yang mulai memudar, tetapi Kampung Jawa Bali tetap teguh mempertahankan warisan budaya yang telah ada sejak zaman leluhur.
Ramadan di sini bukan sekadar tentang ibadah, tetapi juga tentang menjaga kebersamaan, melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, dan merawat harmoni di tengah keberagaman.
Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat hubungan dengan sesama, tanpa melihat perbedaan.