Bali In Your Hands - Dibalik setiap tegukan Es Daluman yang dingin dan menyegarkan, tersimpan sejarah panjang yang berkaitan erat dengan upacara adat dan kehidupan kerajaan di Bali.
Minuman berwarna hijau alami ini tidak hanya mengandalkan rasa manis santan dan gula merah, namun juga filosofi tentang keseimbangan tubuh, jiwa, dan alam yang dijunjung tinggi masyarakat Bali sejak masa lampau.
Pada masa kerajaan, Es Daluman dikenal dengan nama Loloh Daluman dan hanya disajikan untuk keluarga bangsawan atau para raja dalam upacara penyucian diri.
Tanaman daluman sendiri dipercaya memiliki khasiat detoksifikasi tubuh dan memperkuat energi positif, karena tumbuh di tempat yang tidak sembarangan dan dipetik dengan doa-doa khusus oleh pemangku adat. Oleh karena itu, tidak semua orang bisa mengaksesnya dengan bebas seperti sekarang.
Baca Juga: Es Timun Suri Minuman Favorit Lebaran 2025 Umat Muslim di Bali
Ni Made Aryanti, pegiat kuliner dan budayawan Bali, menyebutkan bahwa minuman ini mengandung unsur spiritual yang kuat. “Es Daluman tidak sekadar pelepas dahaga. Ini bagian dari warisan budaya yang menunjukkan hubungan manusia dengan alam. Dahulu, daun daluman harus ditumbuk secara manual untuk menjaga kesuciannya sebelum dicampur santan dan gula merah,” jelas Aryanti.
Kini, Es Daluman menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama saat siang terik, namun masih sering digunakan dalam ritual keagamaan karena dipercaya menyeimbangkan unsur panas dan dingin dalam tubuh.
Baca Juga: Menyegarkan Takjil Lebaran 2025 di Bali dengan Es Kuwut dan Es Timun Suri
Minuman tradisional seperti Es Daluman bukan hanya memperlihatkan kelezatan lokal, tetapi juga menyimpan jejak nilai luhur yang tetap dijaga. Dalam kesederhanaannya, tersimpan warisan yang menjembatani masa lalu dan masa kini.***
Mau Tau Sensasinya Es Daluman Khas Bali? Jadi Minuman Tradisi Para Raja Dengan Kesegaran Alami Loh
Es Daluman dahulu hanya diminum raja kini hadir sebagai warisan minuman sakral penuh filosofi untuk keseimbangan tubuh dan alam