panduan-bulanan

Penyakit yang Sering Muncul Setelah Banjir Bandang dan Cara Mencegahnya

Jumat, 12 September 2025 | 13:00 WIB
Beberapa penyakit muncul sesudah banjir bandang (Canva/PhotoApp)

4. Infeksi Pernapasan

Lingkungan lembap, rumah yang penuh lumpur, serta tempat pengungsian yang padat memicu penyebaran penyakit pernapasan, mulai dari batuk-pilek, pneumonia, hingga tuberkulosis. Kurangnya ventilasi udara dan asap dari dapur darurat juga memperburuk kondisi.

Pencegahan: gunakan masker di area padat, pastikan ventilasi udara baik, dan perkuat daya tahan tubuh dengan asupan gizi seimbang.

5. Demam Berdarah dan Malaria

Genangan air pasca-banjir menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti (penyebab demam berdarah) dan Anopheles (penyebab malaria). Dalam beberapa minggu setelah banjir, lonjakan kasus penyakit berbasis nyamuk sering dilaporkan.

Pencegahan: lakukan 3M (menguras, menutup, mengubur) wadah air, gunakan lotion antinyamuk, dan pasang kelambu di area tidur.

Hidup Sehat Setelah Banjir

Pasca-banjir, menjaga kebersihan menjadi kunci utama. Menurut panduan Kementerian Kesehatan, masyarakat dianjurkan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun, memastikan ketersediaan air minum bersih, serta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala penyakit menular.

Selain itu, kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sangat membantu mencegah munculnya wabah. Dengan kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat, dampak kesehatan akibat banjir bandang dapat diminimalisir.

Banjir bandang bukan hanya bencana lingkungan, tapi juga pintu masuk bagi berbagai penyakit berbahaya. Leptospirosis, diare, penyakit kulit, infeksi pernapasan, hingga demam berdarah adalah ancaman nyata yang harus diwaspadai.

Menjaga kebersihan pribadi, air, dan lingkungan menjadi benteng pertahanan paling efektif agar kita tetap sehat di tengah situasi darurat.

Halaman:

Tags

Terkini