panduan-bulanan

Garam Tradisional Kusamba Klungkung Bali Yang Mendunia Dengan Cita Rasa Alami

Minggu, 21 September 2025 | 14:28 WIB
Garam Tradisional Kusamba Klungkung Bali Yang Mendunia Dengan Cita Rasa Alami (antara)


Bali In Your Hands - Di pesisir timur Bali, tepatnya di Desa Kusamba, Klungkung, terdapat warisan berharga yang bertahan melawan arus modernisasi. Petani garam setempat masih setia menjaga tradisi turun-temurun dalam mengolah garam secara manual dengan sentuhan alam.

Hamparan pasir hitam yang dijemur di bawah terik matahari bukan sekadar pemandangan, tetapi bagian dari proses panjang yang menghasilkan garam putih bertekstur halus dan bercita rasa khas.

Tradisi ini bukan hanya menyimpan nilai budaya, melainkan juga menghadirkan produk bernilai tinggi yang diminati pasar internasional.

Garam Kusamba dikenal karena kualitasnya yang berbeda dari garam biasa. Proses pembuatannya melibatkan pasir vulkanik yang menyaring air laut menjadi butiran garam yang murni.

Baca Juga: Keunggulan Garam Amed dari Bali yang Banyak Dicari Wisatawan dan Pecinta Kuliner

Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), kandungan mineral pada garam tradisional Kusamba lebih tinggi, termasuk magnesium, kalsium, dan potasium, sehingga baik untuk kesehatan tubuh. Hal ini membuatnya digemari di Jepang dan beberapa negara Eropa yang mengutamakan produk alami bebas bahan kimia.

Proses produksi garam dimulai dari pengambilan air laut segar pada pagi hari, kemudian disiramkan ke hamparan pasir vulkanik. Setelah melalui proses penyaringan alami, air yang tersisa dikumpulkan kembali dan dijemur di wadah kayu besar hingga membentuk kristal garam.

Metode ini diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini tetap dipertahankan oleh komunitas petani garam Kusamba meski menghadapi tantangan modernisasi.

Baca Juga: Micin atau Garam, Mana yang Lebih Aman untuk Kesehatan Tubuh?

Nilai ekonomis garam Kusamba semakin meningkat setelah adanya pengakuan dari pemerintah daerah yang mendorong sertifikasi produk lokal. Dukungan ini membuka peluang ekspor lebih luas, sekaligus memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani.

Menurut laporan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, permintaan ekspor garam Kusamba ke Jepang meningkat rata-rata 12 persen per tahun sejak 2020.

Keunikan dan kualitas garam tradisional Kusamba menjadikannya lebih dari sekadar bumbu dapur. Ia adalah simbol ketekunan dan dedikasi masyarakat pesisir dalam menjaga warisan budaya sekaligus menjawab kebutuhan global akan produk sehat dan alami.

Dari butiran kecil garam ini, Bali kembali menunjukkan kekuatannya sebagai pulau dengan sejuta pesona, tak hanya di bidang pariwisata, tetapi juga lewat hasil alamnya.***

 

Tags

Terkini