• Sabtu, 18 April 2026

Tertipu Mitra Bisnis Menantea: Jehian Panangian dan Jerome Polin Menganggap sebagai Pembelajaran Pahit Berbisnis

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Kamis, 13 Maret 2025 | 20:30 WIB
Jerome Polin ditipu oleh mitra bisnisnya di Menantea (Youtube/NihongoMantappu)
Jerome Polin ditipu oleh mitra bisnisnya di Menantea (Youtube/NihongoMantappu)

Selain itu, seorang food vlogger mengunjungi salah satu outlet Menantea dan menemukan bahwa gerai tersebut tampak sepi dan kurang terawat.

Ia menyebut bahwa beberapa cabang Menantea di Jakarta sudah tutup, padahal sebelumnya jumlahnya cukup banyak. Hal ini menunjukkan bahwa masalah internal yang dihadapi Menantea berdampak langsung pada operasional dan citra brand di mata konsumen. 

Profil Hendy Setiono sendiri menunjukkan bahwa ia adalah seorang pengusaha yang memulai karier bisnisnya sejak muda. Lahir di Surabaya pada 30 Maret 1983, Hendy menempuh pendidikan dasar di Maryland, Amerika Serikat, dan melanjutkan pendidikan menengah di Indonesia.

Ia sempat kuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya jurusan Teknik Informatika, namun memilih berhenti pada semester empat untuk fokus berbisnis.

Baca Juga: Podcast Dakwahtainment Login ala Deddy Corbuzier: Habib Husein Jafar dan Onad Sukses Sampai 3 Season

Hendy kemudian melanjutkan pendidikan di Informatics Computer School Singapore, mengambil jurusan E-Commerce hingga meraih gelar Advance Diploma. 

Dengan pengalaman dan rekam jejaknya di dunia bisnis kuliner, keterlibatan Hendy dalam dugaan penipuan dan pencucian uang ini mengejutkan banyak pihak.

Kasus ini tidak hanya merugikan para mitra bisnis dan selebriti yang bekerja sama dengannya, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai integritas dan transparansi dalam kemitraan bisnis.

Baca Juga: Skandal Pemerasan Toko Roti, Codeblu Diperiksa Oleh Kepolisian

Polemik yang melibatkan Menantea dan Hendy Setiono ini menjadi pelajaran berharga bagi para pelaku bisnis, terutama dalam memilih mitra kerja.

Transparansi, integritas, dan komunikasi yang baik antara mitra bisnis adalah kunci utama untuk menjaga kepercayaan dan keberlangsungan usaha.

Selain itu, penting bagi para investor dan mitra untuk selalu melakukan due diligence sebelum menjalin kerja sama, guna menghindari potensi masalah di kemudian hari.

Hingga saat ini, belum ada penyelesaian resmi terkait kasus ini.

Para pihak yang terlibat diharapkan dapat segera menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan permasalahan yang ada, sehingga tidak merugikan lebih banyak pihak dan industri kuliner tanah air dapat terus berkembang dengan sehat dan transparan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X