Banyak pengiklan yang bersedia membayar lebih mahal untuk menempatkan iklan mereka di depan audiens target, sehingga harga bidding iklan pun melonjak. Semakin banyak pesaing di industri kamu, semakin besar pula anggaran iklan yang harus kamu siapkan.
Oleh karena itu, kamu perlu merencanakan strategi yang matang dan memilih platform iklan yang paling sesuai dengan target pasar kamu agar biaya iklan tidak membengkak.
Industri kecantikan saat ini sangat ramai dengan banyaknya Key Opinion Leaders (KOL). Hal ini menunjukkan bahwa pasar kecantikan sudah sangat jenuh. Banyak sekali influencer kecantikan yang muncul, menandakan persaingan yang ketat di industri ini.
Baca Juga: Masih Bingung Bedanya Selling, Marketing, dan Branding? Yuk, Dipahami!
Mereka berusaha menarik perhatian konsumen dengan berbagai konten menarik dan informatif, seperti rekomendasi produk perawatan kulit, ulasan, dan tutorial riasan.
Namun, ini juga berarti bahwa merek kecantikan harus bekerja lebih keras untuk menonjol di tengah keramaian dan menjangkau target pasar kamu.
Persaingan yang sangat ketat di industri makanan, khususnya ayam goreng, memicu perang harga. Banyaknya pemain dan merek baru membuat pelaku usaha harus bersaing dengan membanting harga. Akibatnya, harga ayam goreng terus menurun.
Fenomena ini menunjukkan pentingnya strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan dan menjaga kualitas produk.
Jika bisnismu sudah terlanjur berada di pasar yang sangat kompetitif atau 'red ocean', ada beberapa langkah yang bisa diambil.
Pertama, lakukan eksperimen dengan berbagai strategi untuk menemukan yang paling efektif dengan biaya iklan per klik (CPC) yang lebih rendah, baik itu melalui media sosial, pemasaran mesin pencari (SEM), optimisasi mesin pencari (SEO), dan lain-lain.
Kedua, cari keunikan produk atau layanan kamu, seperti yang dilakukan Wardah dengan membuat produk khusus untuk wanita muslimah.
Baca Juga: Mau Kontenmu Dilihat Banyak Orang dan Jadi Viral? Kuasai 3 Hook Ini!
Ketiga, memanfaatkan banyaknya tokoh berpengaruh atau Key Opinion Leaders (KOL) di industri tersebut dengan bekerja sama untuk memperluas jangkauan dan pengaruh merek kamu.
Memilih antara strategi Blue Ocean atau Red Ocean bukanlah keputusan yang mudah. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, dan pilihan terbaik tergantung pada kondisi pasar, sumber daya perusahaan, dan tujuan jangka panjang kamu.
Artikel Terkait
8 Tips Sukses Menjalankan Usaha Kuliner di Bulan Suci Ramadhan
6 Kesalahan Personal Branding yang Harus Dihindari
Optimalisasi Media Sosial Melalui Kemitraan Influencer
Rahasia Agar Jualan Kamu Laris Tapi Tidak Terasa Memaksa
Bosan dengan Judul Konten yang Gitu-gitu Aja? Ini 8 Tips Ampuhnya!
Tertipu Mitra Bisnis Menantea: Jehian Panangian dan Jerome Polin Menganggap sebagai Pembelajaran Pahit Berbisnis
10 Tips dan Trik Memilih Waralaba Tepercaya dan Menguntungkan Finansial