Baliinyourhands.com - Kebab Turki Baba Rafi adalah jaringan waralaba kebab terbesar di dunia, dengan lebih dari 1.300 gerai yang tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina.
Didirikan pada tahun 2003 oleh pasangan suami istri Hendy Setiono dan Nilam Sari, bisnis ini berawal dari sebuah gerobak sederhana di Surabaya sebelum berkembang pesat menjadi jaringan internasional.
Awal Mula dan Perkembangan Kebab Turki Baba Rafi
Inspirasi untuk memulai bisnis kebab ini datang setelah Hendy Setiono melakukan perjalanan ke Timur Tengah, di mana ia melihat popularitas kebab sebagai makanan cepat saji.
Baca Juga: Hikayat Desa Adat Renon Bali Mengapa Tidak Pernah Melakukan Pembuatan dan Pawai Ogoh-Ogoh
Bersama istrinya, Nilam Sari, Hendy memutuskan untuk membawa konsep tersebut ke Indonesia. Dengan modal awal yang terbatas, mereka memulai usaha kebab dengan gerobak sederhana di Surabaya pada tahun 2003. Berkat inovasi dan strategi pemasaran yang tepat, bisnis mereka berkembang pesat.
Pada tahun 2005, mereka mulai menerapkan sistem waralaba, yang memungkinkan ekspansi cepat ke berbagai kota di Indonesia dan bahkan ke mancanegara.
Perpecahan Bisnis Akibat Perceraian
Pada tahun 2017, hubungan personal antara Hendy Setiono dan Nilam Sari mengalami keretakan yang berujung pada perceraian. Perceraian ini tidak hanya mempengaruhi kehidupan pribadi mereka tetapi juga berdampak signifikan pada struktur bisnis Kebab Turki Baba Rafi.
Baca Juga: Sejarah Bali Beach Hotel: Hotel Tertua di Bali yang Penuh Kisah
Akibat perpisahan tersebut, bisnis ini terbagi menjadi dua entitas yang terpisah dan tidak saling terkait. Hendy Setiono mengelola operasional Baba Rafi untuk wilayah timur Indonesia, mulai dari Solo hingga Papua, di bawah bendera PT Baba Rafi Internasional (Baba Rafi Enterprise).
Sementara itu, Nilam Sari mendirikan PT Sari Kreasi Boga Tbk (SKB Food) yang mengelola Baba Rafi di wilayah barat Indonesia, termasuk Sumatra, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan, dan Jabodetabek.
Pencapaian SKB Food di Bursa Efek Indonesia
Setelah perpecahan tersebut, Nilam Sari bersama SKB Food berhasil membawa perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah ini menandai pencapaian signifikan bagi SKB Food, menjadikannya perusahaan waralaba kebab pertama yang go public di Indonesia.
Artikel Terkait
Mau Kontenmu Dilihat Banyak Orang dan Jadi Viral? Kuasai 3 Hook Ini!
Pahami Perilaku Konsumen di Bulan Suci Ramadhan, Auto Cuan!
Masih Bingung Bedanya Selling, Marketing, dan Branding? Yuk, Dipahami!
Perbedaan Blue Ocean vs Red Ocean: Strategi Bisnis yang Mana yang Tepat untuk Kamu?
Menguasai Pengukuran Sosmed: Kunci Strategi Media Sosial yang Efektif