• Sabtu, 18 April 2026

Buttonscarves: Jenama Busana Muslim Yang Diduga Banyak Netizen Melakukan Pencucian Uang Terkait Kasus Korupsi PT Antam

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Rabu, 19 Maret 2025 | 13:59 WIB
Buttonscarves diterpa isu pencucian uang (website/buttonscarves)
Buttonscarves diterpa isu pencucian uang (website/buttonscarves)

Baliinyourhands.com - Buttonscarves adalah merek busana muslim dan modestwear asal Indonesia yang didirikan oleh Linda Anggrea pada tahun 2016.

Dalam waktu singkat, merek ini berhasil meraih popularitas dan menjadi salah satu pemain utama dalam industri fashion muslim di tanah air.

Namun, baru-baru ini, Buttonscarves menjadi sorotan publik karena dugaan keterkaitan dengan kasus tindak pidana pencucian uang yang melibatkan ayah sang pendiri.

Baca Juga: Kebab Turki Baba Rafi: Waralaba Yang Sempat Sukses Digawangi oleh Hendy Setiono Terduga Kasus Sengketa dengan Jerome Polin dan Rachel Venya

Sejarah Berdirinya Buttonscarves

Linda Anggrea, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 2013, memulai kariernya sebagai profesional di berbagai perusahaan sebelum terjun ke dunia bisnis fashion.

Keputusannya untuk berhijab mendorongnya mencari hijab yang nyaman dan modis, namun saat itu pilihan yang tersedia belum memenuhi ekspektasinya.

Situasi ini menginspirasi Linda untuk menciptakan produk fashion muslim sendiri yang menggabungkan kenyamanan dan gaya.

Baca Juga: 8 Tips Berbisnis dengan Teman agar Tetap Profesional dan Sukses

Pada tahun 2016, dengan modal tabungan pribadi sebesar Rp40 juta, Linda mendirikan Buttonscarves.
 
Nama "Buttonscarves" terinspirasi dari kancing baju ("button") yang ada di pandangannya saat itu, dan dipilih karena mudah diucapkan dalam bahasa Inggris.
 
Awalnya, produk Buttonscarves dipasarkan secara daring melalui media sosial dan platform e-commerce.
Seiring waktu, Buttonscarves berkembang pesat dan membuka toko fisik pertama pada tahun 2018. Kini, merek ini memiliki lebih dari 40 toko di Indonesia dan telah berekspansi ke Malaysia.
 
Kesuksesan Buttonscarves juga ditandai dengan kolaborasi bersama perusahaan terkemuka dunia, seperti Disney pada tahun 2021, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai merek fashion muslim berstatus high-end.
 
Dugaan Keterkaitan dengan Kasus Pencucian Uang

Pada Maret 2025, publik dikejutkan dengan berita dugaan keterlibatan ayah Linda Anggrea dalam kasus korupsi di PT Aneka Tambang (Antam).

Rumor yang beredar menyebut bahwa salah satu tersangka kasus tersebut adalah ayah dari pendiri Buttonscarves, sehingga muncul spekulasi bahwa bisnis tersebut didanai oleh hasil korupsi.

Menanggapi rumor tersebut, pihak Buttonscarves merilis pernyataan resmi yang membantah tudingan tersebut.
 
 
Mereka menegaskan bahwa Buttonscarves didirikan pada tahun 2016 dengan modal tabungan pribadi Linda sebesar Rp40 juta dari hasil kerjanya sebelumnya. 
 
Pihak perusahaan juga menyatakan bahwa rumor yang mengaitkan mereka dengan kasus korupsi di PT Antam merupakan fitnah yang tidak berdasar.
 

Perkembangan Buttonscarves sebagai Merek Ternama

Sejak didirikan, Buttonscarves terus berinovasi dalam menghadirkan produk-produk fashion muslim yang stylish dan berkualitas.

Selain hijab, mereka juga merambah ke lini busana muslim modern melalui Benang Jarum by Buttonscarves, yang menghadirkan koleksi pakaian seperti dress dan outerwear. Tak hanya itu, Buttonscarves juga memasuki dunia kecantikan melalui lini Buttonscarves Beauty.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Eurekawoman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X