• Sabtu, 18 April 2026

Cara Melakukan Inventaris Barang dengan Efisien: Cepat, Mudah, dan Bebas Stres

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Senin, 5 Mei 2025 | 14:00 WIB
Lakukan simtem inventaris yang tepat (pexels/danielandraski)
Lakukan simtem inventaris yang tepat (pexels/danielandraski)

Baliinyourhands.com - Bagi banyak pemilik usaha kecil, urusan inventori sering kali terasa seperti pekerjaan rumah yang terus tertunda. Padahal, pencatatan stok yang rapi dan akurat bisa menjadi kunci kelancaran operasional dan keuntungan bisnis.

Kabar baiknya, kini ada cara melakukan inventori barang yang tidak hanya efisien dan cepat, tapi juga mudah dipahami—bahkan oleh kamu yang baru pertama kali mencobanya.

Mulai dari Menyusun Kategori Barang

Langkah pertama dalam inventori yang efisien adalah menyusun barang berdasarkan kategori. Ini terdengar sederhana, tapi banyak pelaku usaha yang langsung mencatat satu per satu tanpa klasifikasi. Padahal, mengelompokkan produk seperti makanan, peralatan, atau barang habis pakai bisa memangkas waktu pencatatan hampir setengahnya.

Baca Juga: 7 Restoran dan Kafe Tepi Pantai di Kelan, Tuban Bali yang Wajib Kamu Coba

Buat sistem pengkodean yang jelas, seperti label warna atau kode alfanumerik. Dengan begitu, saat harus menghitung ulang stok atau mencari item tertentu, kamu tak akan kebingungan.

Gunakan Teknologi, Tapi Jangan Ribet

Salah satu kesalahan umum dalam pengelolaan inventori adalah terlalu mengandalkan spreadsheet manual atau sebaliknya, langsung loncat ke sistem manajemen gudang (warehouse management system) yang kompleks. Solusinya? Gunakan aplikasi pencatatan sederhana berbasis cloud yang bisa diakses lewat ponsel. Banyak aplikasi seperti Stock and Inventory Simple, Sortly, atau bahkan Google Sheets yang sudah dilengkapi template.

"Yang penting itu bukan seberapa canggih aplikasinya, tapi konsistensi penggunaannya," kata Yuliani Rahma, konsultan bisnis ritel dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. “Banyak yang akhirnya menyerah di tengah jalan karena merasa sistemnya terlalu rumit.”

Baca Juga: Sensasi River Tubing di Jatiluwih Bali: Petualangan Seru di Tengah Sawah Warisan Dunia

Tentukan Jadwal Inventori Rutin

Kesalahan fatal lainnya adalah menunggu sampai akhir tahun untuk melakukan stock opname. Padahal, inventori seharusnya menjadi kebiasaan rutin. Tidak harus setiap hari—mingguan atau dua minggu sekali sudah cukup untuk usaha kecil dan menengah.

Dengan jadwal tetap, kamu akan lebih cepat mengenali selisih stok, pencurian internal, atau kesalahan input yang bisa merugikan. Plus, tidak perlu kerja lembur semalaman hanya untuk menghitung barang menjelang tutup buku tahunan.

Terapkan Sistem FIFO (First In, First Out)

Jika bisnismu bergerak di bidang makanan atau produk dengan masa kedaluwarsa, sistem FIFO wajib diterapkan. Letakkan barang yang datang lebih dulu di bagian depan rak atau rak paling mudah dijangkau. Ini membantu memastikan tidak ada produk kadaluarsa yang terbuang sia-sia.

Baca Juga: Menyoal Kurikulum AI yang akan Masuk ke Sekolah Mulai TA 2025/2026, Gibran Ungkap Pemerintah Sedang Lakukan Persiapan: Tahap Pertama 16 Ribu Sekolah

Sistem ini juga bisa dipakai untuk barang non-makanan, seperti perlengkapan kantor atau bahan baku produksi, agar rotasi barang tetap sehat dan tidak terjadi penumpukan.

Libatkan Tim, Tapi Tetap Simpel

Inventori bukan hanya tugas satu orang. Libatkan tim atau setidaknya satu orang kepercayaan untuk berbagi tanggung jawab. Bagi tugas berdasarkan kategori atau lokasi penyimpanan. Tapi penting untuk menyusun SOP yang jelas agar tidak ada tumpang tindih atau kesalahan ganda.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X