• Sabtu, 18 April 2026

Panduan Membentuk Tim Kerja Solid dengan Metode DISC untuk Hasil Maksimal

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 15:00 WIB
Teamwork yang baik bisa dengan metode DISC (Canva/PhotoApp)
Teamwork yang baik bisa dengan metode DISC (Canva/PhotoApp)

Baliinyourhands.com - Dalam dunia kerja yang dinamis, membentuk tim yang solid bukan sekadar mengumpulkan individu berbakat. Dibutuhkan pemahaman mendalam tentang karakter, motivasi, dan cara komunikasi setiap anggota tim.

Salah satu metode yang terbukti efektif untuk memahami dinamika ini adalah metode DISC—sebuah kerangka psikologi perilaku yang membagi gaya komunikasi dan kerja ke dalam empat kategori: Dominance (D), Influence (I), Steadiness (S), dan Conscientiousness (C).

Metode DISC pertama kali diperkenalkan oleh psikolog William Moulton Marston pada 1928, dan hingga kini menjadi acuan banyak perusahaan global untuk membentuk tim yang efisien. Setiap tipe memiliki kelebihan dan tantangan yang unik, sehingga pemimpin yang bijak dapat mengatur kolaborasi berdasarkan kekuatan masing-masing.

Baca Juga: Restoran Wayan di SoHo New York City: Fine Dining Rasa Indonesia dengan Sentuhan French Twist ala Michelin Guide

1. Dominance (D) – Sang Penggerak
Tipe D dikenal ambisius, cepat mengambil keputusan, dan fokus pada hasil. Dalam tim, mereka berperan sebagai pengarah yang mendorong anggota lain untuk bergerak cepat mencapai target. Tantangannya, tipe D bisa terlalu menekan jika tidak diimbangi dengan komunikasi yang empatik.
Tips: Pasangkan tipe D dengan anggota yang mampu memberikan perspektif tenang, seperti tipe S, untuk menjaga keseimbangan ritme kerja.

2. Influence (I) – Sang Motivator
Orang dengan tipe I penuh energi, pandai bergaul, dan mampu membangun semangat tim. Mereka unggul dalam membangun jaringan, menginspirasi ide baru, dan menciptakan atmosfer kerja positif. Namun, fokus mereka kadang mudah teralihkan.
Tips: Berikan tipe I peran yang melibatkan interaksi luas dan ruang untuk kreativitas, sambil dibantu tipe C yang detail-oriented agar ide dapat terwujud secara sistematis.

3. Steadiness (S) – Sang Penjaga Stabilitas
Tipe S adalah pribadi yang sabar, pendengar yang baik, dan konsisten. Mereka menjadi penopang dalam situasi penuh tekanan. Kelemahannya, tipe S cenderung menghindari perubahan mendadak.
Tips: Libatkan tipe S dalam perencanaan jangka panjang dan beri waktu cukup untuk beradaptasi saat perubahan diperlukan.

Baca Juga: Rahasia Bumbu Genep Bali: Resep Asli dan Cara Membuatnya di Rumah

4. Conscientiousness (C) – Sang Perfeksionis
Tipe C teliti, analitis, dan berorientasi pada kualitas. Mereka sangat efektif dalam memastikan setiap detail pekerjaan terpenuhi. Tantangannya, mereka bisa terlalu kritis atau terjebak dalam analisis yang berkepanjangan.
Tips: Dorong tipe C untuk berbagi hasil analisisnya, namun pasangkan dengan tipe D atau I yang dapat membantu mengeksekusi keputusan lebih cepat.

Menyatukan Keempat Tipe
Kunci teamwork yang sukses adalah memastikan keempat tipe ini saling melengkapi. Pemimpin tim yang memahami metode DISC dapat menempatkan anggota pada peran yang sesuai, mengantisipasi potensi konflik, dan membangun komunikasi yang sehat.

Penggunaan DISC juga membantu menghindari kesalahpahaman yang kerap muncul dari perbedaan gaya komunikasi. Misalnya, tipe D yang langsung to the point bisa dianggap terlalu keras oleh tipe S yang menghargai pendekatan lembut. Dengan kesadaran akan perbedaan ini, setiap anggota dapat menyesuaikan cara berinteraksi.

Akhirnya, membentuk tim yang solid tidak hanya tentang siapa yang paling pintar atau paling berpengalaman, tetapi siapa yang bisa saling mengisi. Metode DISC memberi peta jalan untuk memahami “bahasa kerja” setiap individu, sehingga sinergi yang tercipta bukan hanya produktif, tapi juga harmonis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X