• Sabtu, 18 April 2026

Wajib Tahu! Pengguna Gmail Harus Ganti Email Mulai 2025?

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Rabu, 12 Februari 2025 | 14:00 WIB
Pengguna gmail agar makin berhati-hati (pexels/bmamaro)
Pengguna gmail agar makin berhati-hati (pexels/bmamaro)

Baliinyourhands.comDengan lebih dari 2,5 miliar pengguna, Gmail menjadi platform yang sangat menarik bagi pelaku kejahatan siber yang menggunakan teknologi AI.

FBI telah mengeluarkan peringatan kepada seluruh pengguna Gmail untuk meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap potensi serangan siber dan bahkan mempertimbangkan untuk mengganti alamat email mereka mulai tahun 2025 sebagai langkah pencegahan.

Dilansir dari Sycacademy,Gmail menyimpan data pribadi yang sangat berharga, sehingga menarik perhatian para pelaku kejahatan siber. Modus serangan pun kian beragam.

Baca Juga: 8 Makanan Khas Bali yang Bisa Dijadikan Takjil atau Makanan Pembuka Saat Berbuka Puasa

Salah satu yang terbaru adalah melalui notifikasi Google Calendar yang terintegrasi dengan Gmail. Perusahaan keamanan siber McAfee juga menemukan adanya serangan phishing yang lebih canggih karena menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Kemajuan teknologi AI telah membuka celah baru bagi penjahat siber. Mereka kini mampu menciptakan konten palsu yang sangat meyakinkan, seperti video atau rekaman audio yang tampak asli.

Teknologi deepfake, yang semakin mudah diakses, telah terbukti efektif dalam menipu kamu untuk memberikan informasi pribadi yang seharusnya tidak dibagikan.

Baca Juga: 6 Perbedaan Utama Usaha UMKM dan Startup atau Rintisan

Waspadalah selalu terhadap pesan mencurigakan yang masuk ke Gmail kamu. Jangan pernah mengklik tautan atau mengunduh lampiran dari pesan yang mencurigakan, apalagi memberikan informasi pribadi.

Ingat, Google tidak akan pernah meminta informasi pribadi kamu melalui email atau telepon. Selalu verifikasi informasi secara mandiri melalui sumber yang terpercaya.

Lakukan pemeriksaan aktivitas akun secara berkala melalui myaccount.google.com/notifications. Tujuannya adalah untuk memastikan tidak ada aktivitas aneh atau mencurigakan di akun kamu.

Baca Juga: eFishery Contoh Usaha Rintisan Gagal Yang Mengalami Dilema Antara Ekspansi Kilat dan Ketahanan Bisnis

Jangan pernah login ke Gmail melalui tautan yang tidak resmi. Pastikan kamu hanya memasukkan kredensial di situs resmi Google.

Terakhir, waspadai pesan mendesak dari orang yang kamu kenal. Jika kamu menerima pesan mendesak, jangan langsung percaya. Verifikasi dulu kebenarannya secara langsung melalui cara lain, misalnya menelepon orang tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Instagram

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X