umkm-bali

Antara Inspirasi dan Kontroversi di Balik Pendiri Baba Rafi: Hendy Setiono Yang Dituduh Melakukan Money Laundry

Rabu, 26 Februari 2025 | 15:00 WIB
Ilustrasi kebab yang digemari banyak orang (pexels/rdnestokproject)

Baliinyourhands.comDari gerobak sederhana hingga imperium bisnis internasional, perjalanan Hendy Setiono, sang pendiri Baba Rafi, adalah cerminan dari ambisi yang tak terbatas, inovasi yang memikat selera, dan tantangan kontroversi yang menguji integritasnya.

Hendy Setiono, pendiri Kebab Turki Baba Rafi, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi di dunia bisnis kuliner Indonesia.

Dilansir dari akun Instagram supercuansaham.id , awalnya, ia memulai bisnisnya dengan modal terbatas pada tahun 2003, terinspirasi oleh popularitas kebab di Qatar. Ia berhasil mengembangkan bisnisnya dengan sistem waralaba, yang membuatnya berkembang pesat.

Baca Juga: 3 Tempat Pawai Ogoh-Ogoh Paling Ramai di Bali pada Malam Sebelum Nyepi

Tidak hanya itu, Hendy juga mengembangkan Baba Rafi Enterprise Holding Company, yang membawahi berbagai merek kuliner lain bersama beberapa artis, antara lain Okin dengan "Ngikan", Jerome Polin dengan "Menantea", Babe Cabita dengan "Sempatin Patin Bakar", Arief Muhammad dengan "Cakekinian", Edho Zell dengan "Nyap", dan Deva Mahendra dengan "Foresthree Coffee".

Pada tahun 2022, Hendy dilaporkan atas dugaan penipuan investasi tambak udang, dengan kerugian yang dilaporkan mencapai miliaran rupiah. Kemudian, Niko Al Hakim (Okin) melaporkan Hendy atas dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait bisnis Ngikan Yuk.

Dalam salah satu postingan di Instagramnya, Okin menceritakan dalam sebuah video yang diunggahnya bahwa sesama pemegang saham, ia kesulitan meminta rekening koran. Setelah somasi, ia lapor polisi (TPPU). Hendy awalnya minta cabut laporan, sekarang malah menggugatnya, padahal ia digaji dan dapat dividen selama 2 tahun.

Baca Juga: 5 Artis Indonesia yang Memutuskan Tinggal Menetap di Bali

Hendy juga menuduh kinerjanya buruk. Padahal, dialah yang membuat toko berkembang pesat, lalu kewalahan sendiri. Banyak dana mencurigakan ditemukan, termasuk transfer dari calon mitra ke rekening pribadinya.

Banyak korban lain, dia masih aktif seminar dan dekat dengan pejabat. Kamu hati-hati, ya, rekam jejaknya buruk. Video ini agar tidak ada korban lagi. Sementara itu, Jerome Polin juga memberikan komentar bahwa dirinya juga menjadi korban.

Selain itu, beberapa figur publik yang pernah bekerja sama dengan Hendy mengungkapkan pengalaman kurang menyenangkan terkait masalah keuangan dan transparansi.

Baca Juga: Kebaya Bali: Warisan Budaya yang Elegan dan Bermakna

Ternyata, bukan hanya para artis yang mengalami kerugian, para investor ritel PT Sari Kreasi Boga Tbk (RAFI), perusahaan yang dikenal dengan merek "Baba Rafi", juga merasakan dampaknya, padahal perusahaan tersebut sudah bukan milik Hendy lagi, melainkan dikelola secara profesional oleh Nilam Sari dan manajemen SKB.

Data menunjukkan bahwa harga saham RAFI telah mengalami penurunan drastis, lebih dari 80% sejak penawaran umum perdana (IPO). Penurunan yang signifikan ini tentu saja mengakibatkan kerugian yang besar bagi para investor ritel.

Halaman:

Tags

Terkini