umkm-bali

Strategi Bisnis Cerdas: Hindari Perang Harga yang Merugikan

Jumat, 28 Februari 2025 | 17:00 WIB
Jangan sampai kita terjebak perang harga (pexels/pixabay)

Baliinyourhands.comBanyak pebisnis pemula yang langsung terjebak dalam perang harga. Padahal, menetapkan harga di awal tanpa strategi yang matang justru bisa jadi bumerang. Lantas, bagaimana cara kamu menentukan harga yang tepat?

Jawabannya bukan sekadar angka, tapi tentang positioning, value, dan daya saing produk.

Dilansir dari akun Instagram Abduhsudaisy, masih banyak yang keliru menganggap bahwa harga adalah satu-satunya faktor penentu keberhasilan penjualan. Padahal, jika kita mau lebih dalam mengeksplorasi, setiap merek pasti memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri yang bisa ditonjolkan.

Baca Juga: Macam-Macam Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa di Bali, Termasuk dari Umat Hindu kepada Muslim

Data dari riset BCG menunjukkan bahwa 30% konsumen tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga nilai-nilai yang melekat pada merek, seperti keberlanjutan dan nilai tambah lainnya. Artinya, fokus pada harga semata bisa jadi membuat kita melewatkan potensi besar untuk menarik konsumen yang lebih luas.

Mengapa perang harga dianggap sebagai titik terendah bagi seorang pengusaha?

Terjun dalam perang harga akan menggerus keuntunganmu. Meskipun penjualanmu laris manis, profit yang diperoleh akan sangat minim. Selain itu, pelanggan yang tertarik karena harga murah cenderung tidak setia.

Mereka akan beralih ke pesaing yang menawarkan harga lebih rendah. Lebih buruk lagi, merekmu tidak akan memiliki citra yang kuat. Kamu hanya akan dikenal sebagai penjual dengan harga termurah, bukan sebagai penjual yang berkualitas atau memiliki nilai tambah.

Baca Juga: 4 Fakta di Balik Shooting Film “Sampai Jumpa, Selamat Tinggal”: Dari Bangun Chemistry lewat Tango Dance Sampai Les Privat Bahasa Korea Putri Marino

Kalau begitu, bagaimana cara menentukan strategi harga yang benar?

  1. Penentuan Harga Berbasis Nilai: Harga produk atau jasa tidak hanya dihitung dari biaya produksi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan dan nilai yang dipersepsikan oleh pelanggan.
  2. Penetapan Harga Premium: Harga yang lebih tinggi dapat menciptakan citra merek yang eksklusif dan menarik bagi konsumen kelas atas yang mencari kualitas dan prestise.
  3. Penjualan Paket (Bundling): Menggabungkan beberapa produk atau jasa dalam satu paket penawaran dapat meningkatkan nilai keseluruhan bagi pelanggan tanpa perlu menurunkan harga satuan.

Kepercayaan lebih penting daripada harga murah dalam keputusan pembelian. Kamu bisa fokus dulu pada tiga hal ini untuk membangun bisnis yang kuat.

Baca Juga: Art & Bali 2025: Art Fair Internasional Pertama di Bali dengan Konsep yang Berbeda di Nuanu Creative City

Pertama, kredibilitas. Bangun authority di niche kamu agar orang lain percaya dengan keahlian kamu.

Kedua, relasi. Engage audience kamu, berikan edukasi yang bermanfaat, dan bangun kepercayaan dengan mereka.

Halaman:

Tags

Terkini