Baliinyourhands.com - Menantea adalah sebuah brand minuman teh kekinian yang didirikan oleh Youtuber dan influencer pendidikan, Jerome Polin, bersama kakaknya, Jehian Panangian, pada April 2021.
Dengan konsep yang unik dan inovatif, Menantea berhasil menarik perhatian masyarakat, terutama generasi muda, sehingga dalam waktu singkat mampu membuka puluhan cabang di berbagai kota di Indonesia.
Namun, di balik kesuksesan tersebut, Menantea menghadapi polemik serius akibat dugaan penipuan keuangan yang melibatkan salah satu mitranya, Hendy Setiono.
Hendy dikenal sebagai pengusaha sukses di bidang kuliner, terutama melalui brand Kebab Turki Baba Rafi yang didirikannya. Selain itu, Hendy juga terlibat dalam berbagai bisnis kuliner lainnya, seperti Ngikan dan Nyapii, yang bekerja sama dengan beberapa selebriti tanah air.
Polemik ini mencuat ketika Niko Al Hakim, atau yang akrab disapa Okin, mantan suami Rachel Vennya, mengungkapkan dugaan penipuan dan ketidaktransparanan laporan keuangan dalam kerja samanya dengan Hendy Setiono terkait bisnis Ngikan.
Okin mengaku kesulitan mendapatkan laporan keuangan yang jelas sejak akhir 2021 dan menemukan adanya aliran dana yang tidak semestinya. Ia juga menyebut bahwa calon mitra franchise diminta mentransfer dana ke rekening pribadi Hendy, bukan ke rekening perusahaan resmi.
Baca Juga: Tren Lebaran di Bali: Perayaan, Tradisi, dan Destinasi Favorit
Menanggapi unggahan Okin, Jerome Polin turut memberikan komentar bahwa ia dan almarhum Babe Cabita juga menjadi korban dalam kasus serupa.
Jerome mengungkapkan bahwa masalah yang dihadapinya terkait Menantea mirip dengan apa yang dialami Okin, terutama dalam hal ketidaktransparanan laporan keuangan dan dugaan penyelewengan dana oleh Hendy Setiono.
Situasi ini berdampak signifikan pada operasional Menantea. Beberapa mitra franchise mengeluhkan penurunan penjualan yang drastis, bahkan ada yang hanya menjual kurang dari 10 minuman per hari.
Baca Juga: Armand Maulana hingga Bernadya Tuntut Kepastian Hukum Soal Royalti ke MK
Padahal, investasi awal untuk membuka satu outlet Menantea tidaklah kecil, mencapai Rp125 juta, dengan tambahan biaya Rp50 juta untuk mesin dan peralatan.
Kondisi ini memicu kekecewaan para mitra, yang kemudian membentuk kelompok aksi melalui akun Twitter @MenanteaHarapan untuk menyuarakan keluhan mereka.