umkm-bali

Perbedaan Blue Ocean vs Red Ocean: Strategi Bisnis yang Mana yang Tepat untuk Kamu?

Minggu, 16 Maret 2025 | 18:23 WIB
Pahami target market yang kamu mau tuju (pexels/kindelmedia)

Baliinyourhands.comDalam dunia bisnis yang kompetitif, sering terdengar nasihat untuk menghindari "red ocean". Istilah ini merujuk pada industri yang penuh dengan persaingan sengit, di mana perusahaan-perusahaan saling berebut pangsa pasar yang terbatas.

Daripada terjebak dalam pertarungan yang melelahkan ini, banyak yang menyarankan untuk mencari peluang di "blue ocean", pasar baru yang belum terjamah, di mana inovasi dan kreativitas dapat berkembang tanpa hambatan.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang perbedaan mendasar antara kedua strategi ini, serta bagaimana kamu dapat menentukan pilihan yang paling tepat untuk bisnismu.

Baca Juga: Baru Menjabat Langsung Kena Sidak, Ifan Seventeen Telat 40 Menit Saat DPR Sambangi Kantor PFN Namun Memberikan Apresiasi

Seringkali, kita mendengar anjuran untuk menjauhi "red ocean". Konsep ini menggambarkan industri yang sudah dipenuhi oleh para pesaing, menciptakan lingkungan bisnis yang sangat kompetitif.

Dalam "red ocean", perusahaan-perusahaan saling berjuang untuk mendapatkan pangsa pasar yang terbatas, seringkali melalui perang harga dan strategi pemasaran yang agresif. Bayangkan sebuah lautan yang penuh dengan ikan-ikan yang berebut makanan, di mana setiap gerakan adalah persaingan yang sengit. 

Daripada terjebak dalam pertarungan yang melelahkan ini, banyak yang menyarankan untuk mencari peluang di "blue ocean", pasar baru yang belum terjamah, di mana inovasi dan kreativitas dapat berkembang tanpa hambatan.

Baca Juga: Pahami Perilaku Konsumen di Bulan Suci Ramadhan, Auto Cuan!

Di "blue ocean", perusahaan dapat menciptakan permintaan baru dan menetapkan aturan permainan sendiri, tanpa harus khawatir tentang persaingan langsung.

Tapi, red ocean itu sebenarnya seperti apa, sih? Nah, ini dia ciri-cirinya yang perlu kamu tahu. Red ocean itu ibarat pasar yang sudah penuh sesak dengan pesaing. Bayangin aja, semua orang jualan produk atau jasa yang hampir sama.

Persaingannya ketat banget, sampai-sampai perusahaan harus banting harga atau ngasih promo besar-besaran cuma buat narik pelanggan. Di red ocean, inovasi juga jadi hal yang langka.

Perusahaan lebih fokus buat ngikutin tren yang sudah ada daripada bikin sesuatu yang baru. Intinya, red ocean itu tempatnya para pemain yang saling sikut buat dapetin kue yang ukurannya segitu-gitu saja.

Baca Juga: Beredar Rekaman Suara Diduga Baim Wong yang Marahi Paula Verhoeven dan Asistennya, Reputasi Buruk Bertambah Buat Baim?

Biaya metrik iklan seperti CPM, CPC, dan CPV bisa sangat mahal, terutama jika industri yang kamu geluti sangat kompetitif.

Halaman:

Tags

Terkini