umkm-bali

Brand Awareness Sudah Tidak Relevan di 2025? Ternyata Marketing Funnel Malah Bikin Kamu Kehilangan Pembeli!

Sabtu, 10 Mei 2025 | 17:00 WIB
Marketing (Geralt)

Bali In Your Hands - Di era digital yang serba instan, strategi pemasaran tradisional seperti marketing funnel (awareness → consideration → purchase) mulai dipertanyakan efektivitasnya. Banyak brand terjebak dalam pola pikir lama: "Bangun brand awareness dulu, baru closing." Padahal, konsumen zaman sekarang gak sabaran, gak mau nunggu, dan gak mikir panjang. Mereka beli karena tertarik saat itu juga, bukan cuma karena kenal brand kamu.

 Baca Juga: Strategi UMKM Bali Saat Sepi Wisatawan: Optimalkan Digital Marketing untuk Bertahan dan Berkembang

Kenapa Funnel Lama Justru Jadi Jebakan?

 1. Konsumen Sekarang Gak Mau Proses Ribet
Dulu, brand bisa santai bangun awareness lewat iklan TV atau billboard. Tapi di 2025, perhatian orang cuma 8 detik - lebih pendek dari ikan mas! Kalau kamu masih maksa calon pembeli lewati tahapan funnel yang panjang, mereka bakal kabur duluan sebelum sampai ke halaman checkout.

 2. Orang Beli Karena "Kena", Bukan Karena "Kenal"
Konsumen sekarang belanja secara impulsif. Mereka liat produk di TikTok atau IG, langsung tertarik, langsung beli. Mereka gak peduli seberapa besar brand awareness kamu - yang penting produkmu pas dengan kebutuhan mereka saat itu juga.

 3. Algoritma Sosmed Bikin Orang Langsung Beli
Platform kayak TikTok Shop udah ubah cara orang belanja. Gak ada lagi tahap pertimbangan panjang - liat, klik, beli, selesai! Kalau strategi pemasaranmu masih pakai funnel linear, kamu bakal ketinggalan kereta.

 Baca Juga: 3 Langkah Awal Memulai Digital Marketing Tanpa Pengalaman

 

Terus Gimana Dong Solusinya?

 1. Fokus ke Micro-Moments
Google udah kasih konsep micro-moments, di mana konsumen beli dalam hitungan detik. Kamu harus bisa jawab kebutuhan mereka pas mereka butuh, bukan cuma bangun awareness doang.

 2. Buat Konten yang Langsung Jual
Daripada buang-buang budget buat awareness, mending bikin:

    • Video produk singkat yang to the point
    • Testimoni customer yang bikin greget
    • Iklan dengan CTA yang jelas dan menggoda

 3. Ganti Funnel dengan Flywheel Marketing
Konsep dari HubSpot ini lebih efektif: pelanggan puas = jadi sales team gratis. Fokus bikin mereka beli pertama kali dulu, nanti mereka sendiri yang bakal promosiin ke orang lain.

Baca Juga: Masih Bingung Bedanya Selling, Marketing, dan Branding? Yuk, Dipahami!

 

Halaman:

Tags

Terkini