• Sabtu, 18 April 2026

Strategi UMKM Bali Saat Sepi Wisatawan: Optimalkan Digital Marketing untuk Bertahan dan Berkembang

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Kamis, 24 April 2025 | 17:00 WIB
Lakukan upaya agar produk UMKM kamu tetap laku walaupun sepi wisatawan di Bali (pexels/serpstat)
Lakukan upaya agar produk UMKM kamu tetap laku walaupun sepi wisatawan di Bali (pexels/serpstat)

Baliinyourhands.com - Bali yang biasanya penuh hiruk-pikuk turis dari berbagai penjuru dunia, bisa tiba-tiba berubah senyap saat musim sepi datang. Bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kondisi seperti ini bukan hanya ujian ketahanan, tapi juga panggilan untuk berinovasi.

Tanpa arus wisatawan yang membludak, toko-toko kerajinan, warung makan lokal, hingga pengusaha fashion berbasis kain tradisional harus memutar otak agar produk mereka tetap laku.

Dalam kondisi seperti ini, salah satu senjata paling ampuh yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM adalah pemasaran digital. Tak hanya menjadi penyelamat saat sepi, strategi digital juga bisa membuka pintu ke pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Baca Juga: AI: Harapan atau Ancaman? Pandangan Terbelah Para Pemimpin Teknologi Dunia

Menjangkau Pasar di Luar Bali

Menurut Ni Luh Gede Yuliari, pelaku UMKM kriya di Gianyar yang berhasil menjual tas rotannya hingga ke Jerman, kunci bertahan adalah jangan hanya mengandalkan pasar lokal.

“Ketika turis tidak datang ke Bali, saya yang ‘mendatangi’ mereka lewat internet. Instagram dan Etsy itu penting sekali buat kami sekarang,” jelasnya.

Memanfaatkan platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, hingga marketplace global seperti Etsy dan Amazon Handmade bisa menjadi awal yang menjanjikan.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Pelanggan dengan AI: Platform CRM Pintar yang Harus Kamu Coba di 2025

Konten visual yang menarik, deskripsi produk yang detail, dan layanan pelanggan yang responsif menjadi kunci utama memenangkan hati pembeli online.

Bangun Cerita, Bukan Sekadar Jual Produk

Dalam dunia digital, storytelling menjadi nilai tambah. Produk-produk UMKM Bali kaya akan nilai budaya dan tradisi yang bisa diceritakan kepada dunia.

Misalnya, sebuah sabun herbal buatan tangan dari Karangasem bisa dijual dengan narasi tentang rempah-rempah Bali, filosofi Tri Hita Karana, dan proses pembuatan yang ramah lingkungan.

“Orang-orang sekarang lebih tertarik membeli produk yang punya cerita. Mereka mau tahu siapa pembuatnya, bagaimana prosesnya, dan nilai apa yang dibawa oleh produk itu,” ungkap Gung Ayu Paramita, konsultan branding lokal yang aktif membantu UMKM di Bali.

Baca Juga: AI di Sekitar Kita: Dari Google Hingga Netflix Membuat Rekomendasi Menjadi Personal

Media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube bisa menjadi panggung gratis untuk menceritakan semua ini. Video singkat tentang proses produksi, profil pengrajin, hingga testimoni pelanggan bisa meningkatkan kepercayaan dan ketertarikan pembeli.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X