Menurut Chef Cynthia Maramis, seorang konsultan kuliner dan spesialis food heritage Indonesia, Paskah di meja makan bukan soal kemewahan, tapi tentang makna di balik rasa. “Kita bisa mengolah bahan-bahan lokal menjadi hidangan yang tetap kaya makna spiritual. Yang penting adalah kebersamaan dan niat merayakan hidup baru dengan rasa syukur,” ujarnya.
Tak peduli apakah kamu merayakannya secara religius atau sekadar menikmati momen libur bersama keluarga, sajian Paskah adalah cara universal untuk menyampaikan cinta dan harapan.
Dengan sentuhan kreatif dan bahan yang mudah dijangkau, kamu bisa menyulap rumah menjadi tempat perayaan yang tak kalah meriah dari restoran. Selamat mencoba, dan selamat Paskah!
Artikel Terkait
Sate Babi di Bali: Lezatnya Tradisi dalam Setiap Tusukan
Seminyak Tanpa Lewatkan Ini: Gaya Hidup Tropis dengan Sentuhan Paris dan Ombak
Jejak Air Terjun Bali: Merayakan Mistik, Cahaya, dan Kesunyian Alam
Menjelajah Bali Timur: Surga Tersembunyi dari Pura Lempuyang hingga Virgin Beach
Kulineran dan Staycation Hits di Canggu Bali: Me Vui, Gigi Susu, Sista Dumpling & Kemilau Hotel yang Instagramable