• Sabtu, 18 April 2026

Kuliner Dunia: Resep Kerajaan dari Bali

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Senin, 21 April 2025 | 19:00 WIB
Babi guling alah satu resep kerajaan Bali zaman dahulu (Wanderlust/Shutterstock)
Babi guling alah satu resep kerajaan Bali zaman dahulu (Wanderlust/Shutterstock)

Anak babi diisi dengan campuran cabai, bawang putih, bawang merah, kunyit, jahe, merica, kencur, dan terasi, lalu dipanggang di atas api dari sabut kelapa selama berjam-jam. Versi terbaiknya biasanya hanya bisa dicicipi di pesta pernikahan Bali, tapi warung pinggir jalan bisa jadi alternatif oke—coba ke Warung Pak Malen di Seminyak atau Ibu Oka di Ubud.

Sate Lembat
Kalau mendengar “sate”, yang terbayang mungkin sate bumbu kacang seperti biasanya. Tapi sate lembat dari Bali punya cerita berbeda—dahulu disajikan di jamuan kerajaan dan rasanya jauh dari versi pinggir jalan.

Ratusan tahun lalu, sate ini dibuat dari daging penyu yang dihaluskan bersama santan, bawang, pala, dan akar rempah seperti isen dan kencur. Sekarang sih lebih umum pakai ayam atau ikan. Kamu bisa mencicipi versi modernnya di Biku, Seminyak—restoran milik Putri Asri, permaisuri asal Australia.

Lawar
Lawar adalah semacam kari yang dicampur kacang panjang, telur, dan pilihan daging atau nangka, dimasak dengan bumbu jeruk purut, lengkuas, dan kunyit, lalu disajikan dengan nasi. Ada dua versi: lawar merah yang menggunakan darah, dan lawar putih dengan santan. Dua-duanya populer di seluruh pulau. Ingin versi terbaik? Coba di Mads Lange di Capella Hotel atau di Warung Murni, Ubud.

Jamu Juice
Jamu adalah ramuan herbal tradisional Bali yang sudah jadi bagian dari gaya hidup masyarakat lokal. Biasanya diminum pagi-pagi sebelum memulai aktivitas atau setelah upacara sembahyang. Campurannya terdiri dari kunyit, jahe, jeruk nipis, temu putih, dan madu—rasa segar dan efeknya menyegarkan badan. Kamu bisa menemukannya di mana-mana, termasuk dalam botol besar dari Naturami di Denpasar.

Dari dapur kerajaan hingga warung sederhana, rasa otentik Bali masih bisa kamu rasakan di setiap gigitan. Ini bukan sekadar makanan—tapi warisan yang dimasak dengan cinta dan kesabaran. Selamat mencicipi!

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Wanderlust

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X