• Sabtu, 18 April 2026

Merayakan Galungan di Bali: Tradisi Suci, Suasana Magis, dan Kunjungan Leluhur

Photo Author
Myrna Soeryo, BaliInYourHands.com
- Rabu, 23 April 2025 | 14:00 WIB
Hari Galungan dimulai dengan sembahyang bersama di pagi hari (Website/BaliSpirit)
Hari Galungan dimulai dengan sembahyang bersama di pagi hari (Website/BaliSpirit)

Tidak ada ritual formal, namun justru inilah kehangatan yang dicari. Tawa, cerita masa kecil, dan hidangan khas seperti jajan uli atau ketan bubuk membaur dalam momen yang sangat manusiawi. Anak-anak berlarian, orang tua bercerita, dan semuanya terasa sangat hangat di tengah suasana yang tetap sakral.

Kuningan: Perpisahan Suci yang Dipenuhi Harapan

Sebelas hari setelah Galungan, datanglah Hari Raya Kuningan—penutup rangkaian suci ini. Umat kembali ke pura, kali ini dengan sesajen yang lebih kecil namun sarat simbol, seperti tamiang (lingkaran janur berbentuk perisai) dan endongan (berisi makanan), yang menyimbolkan perlindungan dan bekal spiritual.

“Pada hari Kuningan, diyakini para leluhur kembali ke alamnya. Kita mengucapkan terima kasih atas kehadiran mereka dan memohon agar terus diberi bimbingan,” ujar Ni Ketut Artini, budayawan asal Ubud.

Salah satu hal paling indah dari perayaan ini adalah bagaimana kehidupan spiritual dan sosial berpadu dalam harmoni. Tidak ada yang dipaksakan, semua mengalir dalam kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.

Baca Juga: Makna dan Keindahan Ritual Galungan dan Kuningan di Bali: Dari Penyekeban hingga Kuningan

Galungan, Lebih dari Sekadar Tradisi

Bagi banyak orang di luar Bali, Galungan mungkin terlihat seperti festival budaya yang eksotis. Tapi bagi masyarakat Bali, Galungan adalah napas spiritual yang menyeimbangkan hidup. Ia mengajarkan pentingnya menjaga hubungan dengan leluhur, menghormati alam, dan hidup selaras dengan kebaikan.

Ketika penjor kembali diturunkan dan dupa terakhir menguap ke langit biru, yang tersisa adalah ketenangan.

Bahwa dalam hiruk-pikuk dunia modern, masih ada ruang untuk hening, hormat, dan cinta—dan Bali, dengan segala keindahannya, selalu tahu caranya menjaga itu semua tetap hidup.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Myrna Soeryo

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X