6. Warung Mak Beng – Sanur
Warung ini terkenal dengan satu menu: sup kepala ikan dan ikan goreng dengan sambal khas. Buka sejak 1941, Mak Beng telah menjadi langganan keluarga Bali yang tinggal di pesisir. “Rasanya tidak berubah dari dulu,” ujar Ni Luh Ariani, warga Sanur yang setia makan di sini setiap Galungan. “Ini nostalgia masa kecil bersama almarhum ayah.”
7. Sate Plecing Arjuna – Denpasar
Galungan juga menjadi momen untuk menikmati kuliner khas Bali yang tak muncul setiap hari. Sate plecing dengan bumbu cabai tomat pedas ini jadi favorit karena kelezatannya yang unik. Warung Sate Plecing Arjuna sering jadi pilihan makan malam keluarga sebelum pulang ke kampung halaman.
Bagi banyak keluarga di Bali, merayakan Galungan tak lengkap tanpa duduk bersama di meja makan, menikmati hidangan yang tak hanya lezat, tapi penuh cerita dan kenangan.
Rumah makan lokal ini bukan sekadar tempat mengisi perut—mereka adalah bagian dari ritual, warisan, dan kebersamaan yang terus hidup di setiap Galungan.
Artikel Terkait
Di Bali, Para Koki Menghidupkan Kembali Resep Leluhur — Ini Tempat yang Harus Kamu Coba
13 Pantai Terbaik di Bali: Surga 'Eat, Pray, Love' yang Nggak Pernah Kehabisan Pesona
Kuliner Dunia: Resep Kerajaan dari Bali
7 Liburan Hijau Terbaik di Bali yang Bikin Hati Adem
24 Jam Pertama di Ubud, Bali: Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Tiba Dari Penerbangan Internasional
Makna dan Pesona Galungan & Kuningan: Perayaan 210 Hari yang Menyulap Bali Jadi Negeri Para Leluhur
Makna dan Keindahan Ritual Galungan dan Kuningan di Bali: Dari Penyekeban hingga Kuningan