Baliinyourhands.com - Lebaran merupakan momen yang penuh kebahagiaan dan kebersamaan bagi umat Muslim di seluruh dunia, termasuk di Bali.
Meski mayoritas penduduk Bali beragama Hindu, komunitas Muslim di pulau ini memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan Idul Fitri, salah satunya melalui sajian kuliner khas yang menggugah selera.
Berikut adalah beberapa kuliner Lebaran khas Bali yang disajikan umat Muslim di Bali:
1. Nasi Kebuli
Nasi kebuli menjadi salah satu hidangan utama dalam perayaan Lebaran di kalangan umat Muslim di Bali. Hidangan ini memiliki cita rasa khas yang gurih dan kaya rempah, hasil dari campuran bumbu seperti kapulaga, cengkeh, dan kayu manis.
Biasanya, nasi kebuli disajikan dengan daging kambing yang dimasak hingga empuk serta ditambah dengan kismis dan bawang goreng sebagai pelengkap.
2. Ayam Betutu
Meski ayam betutu identik dengan kuliner khas Bali secara umum, umat Muslim di Bali memiliki versi sendiri yang disesuaikan dengan kaidah halal. Ayam betutu ini dimasak dengan berbagai bumbu khas seperti kunyit, bawang merah, bawang putih, dan serai, lalu dibungkus dengan daun pisang sebelum dipanggang atau dikukus hingga matang sempurna.
Baca Juga: Tren Lebaran di Bali: Perayaan, Tradisi, dan Destinasi Favorit
Hidangan ini sering menjadi menu utama saat Lebaran karena cita rasanya yang kaya dan aromanya yang menggugah selera.
3. Sate Lilit Ikan
Sate lilit merupakan salah satu makanan khas Bali yang juga hadir dalam perayaan Lebaran umat Muslim. Berbeda dari sate pada umumnya, sate lilit dibuat dari daging ikan yang dihaluskan dan dicampur dengan bumbu rempah seperti kunyit, lengkuas, dan daun jeruk.
Adonan ini kemudian dililitkan pada batang serai sebelum dibakar hingga matang. Sate lilit ikan ini menjadi pilihan favorit karena rasanya yang lezat dan teksturnya yang lembut.
Baca Juga: Armand Maulana hingga Bernadya Tuntut Kepastian Hukum Soal Royalti ke MK
4. Lawar Putih
Lawar adalah hidangan khas Bali yang biasanya terdiri dari campuran sayuran dan daging cincang dengan bumbu rempah. Dalam versi Muslim, lawar putih dibuat tanpa menggunakan darah, yang biasanya menjadi bahan utama dalam lawar tradisional Bali.
Lawar putih ini dibuat dari parutan kelapa, kacang panjang, dan daging ayam atau ikan yang dimasak dengan bumbu khas seperti bawang putih, kunyit, dan kemiri. Rasanya yang gurih dan segar membuat hidangan ini cocok sebagai pendamping nasi saat Lebaran.